Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wakil Rakyat

DPRD Manado Pertanyakan Kualitas Raskin

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado mempertanyakan kualitas beras miskin (raskin) yang diselurkan kepada masyarakat

Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado, Yudith Rondonuwu

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado mempertanyakan kualitas beras miskin (raskin) yang diselurkan kepada masyarakat. Pasalnya, ada beras yang tidak layak dikonsumsi karena rusak dan sudah bercampur kutu.

"Kami mendapat keluhan dari masyarakat penerima. Makanya kami berharap pengawasan untuk penyaluran raskin bukan hanya soal jumlah tetapi juga kualitas beras yang akan dikonsumsi," ungkap Syaffarudin Saafa personil Komisi B DPRD Manado, Selasa (6/3).

Sebelumnya, akhir pekan lalu, dua orang warga Tuminting yang namanya enggan ditulis menemui Tribun Manado dan mengatakan tidak mau mengkonsumsi beras raskin karena beras yang diperolehnya dari kelurahan sudah berwarna kuning dengan bau tidak sedap. "Kalau mau bantu masyarakat iklash jangan mentang-mentang bantuan jadi berasnya asal-asalan," kata mereka.

Adapun hingga Mei tahun 2012 Pemerintah Kota Manado akan menyalurkan beras miskin (raskin) sebanyak 744.975 kilogram untuk 9.933 kepala keluarga (KK). Jumlah penerima tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sensus tahun 2008. Pada Juni nantinya akan mengunakan data terbaru sensus 2011.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Pemko Manado Pingkan Sinjal dalam hearing di DPRD Manado, Selasa (6/3). "Informasi dari Bulog untuk penyaluran raskin Januari dan Februari sudah 100 persen di semua kecamatan," ungkapnya.

Sinyal juga mengatakan penyaluran raskin sampai saat ini berjalan baik dan harga jualnya tetap hanya Rp 1.600 per kilogram. "Saat ini berdasarkan data ada 15.979 jumlah masyarakat miskin
Tapi hanya 9.933 yang dapat jatah pusat. Makanya masyarakat yang benar-benar tidak mampu yang harusnya kami bantu," jelasnya.

Terkait kualitas beras, Ia menuturkan ada jaminan dari Bulog. Ia pun menegaskan pihaknya akan meningkatkan pengawasan dalam proses penyaluran di setiap kelurahan serta berharap masyarakat yang menerima raskin tidak sesuai harga Rp 1.600 per kilogram atau barasnya tidak dalam kondisi baik untuk  melaporkan ke pihaknya langsung di kantornya atau via sms. "Namun kami akan monitoring dan jika memang ada keluhan soal kondisi beras tentu akan kami tindalanjuti," katanya. (dit)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved