Perikanan
Petani Kema Minta Tambatan Perahu
Sektor perikanan laut di Desa Kema, Kecamatan Kema kekurangan fasilitas pendukung
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI ‑ Sektor perikanan laut di Desa Kema, Kecamatan Kema kekurangan fasilitas pendukung. Hal itu diungkapkan, Herman Tapada, Hukum Tua Desa Kema III kepada Tribun Manado.
Fasilitas pendukung, menurut Tapada sangat minim, seperti tambatan perahu, ketersedian pabrik Es, dan bengkel kapal. Semisal tambatan perahu, Tapada menuturkan, semenjak, teluk di Batu nona dijadikan areal pariwisata, tak ada lagi alternatif lain untuk menambat perahu ketika cuaca buruk. "Musim ombak tak ada tempat berlindung, kalau pemerintah mau, bisa dibangun DAM, di areal Pulau Kelapa," usul Tapada.
Persoalan lain, soal ketersedian balok es untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan, sejauh ini kata Tapada, pabrik es milik Pemkab Minut belum bisa memenuhi permintaan nelayan, sehingga nelayan terpaksa membeli ke swasta dengan harga cukup tinggi.
"Ada pabrik dinas kelautan cuma produksi satu ton. Itu tidak cukup. Di Kema ada 32 armada," ujarnya.
Untuk perbaikan armada kapal, di Kema pun belum tersedia bengkel. Tapada berharap, ada perhatian dari pemerintah mengatasinya.
Bak gayung bersambut, Kadis Kelautan dan Perikanan Minut Ronny Siwi menuturkan, pemkab sudah siap dana Rp 3 miliar untuk memenuhi permintaan warga. Kata Siwi, dana tersebut berasal dari bantuan pusat, diperuntukan membangun tambatan kapal, bengkel dan pabrik es.
"Dananya sudah ada, dan sedang dalam proses tender, mudah‑mudah, tahun ini sudah bisa dinikmati nelayan," tuturnya.
Sejumlah keluhan lain menyangkut bantuan pemerintah ke kelompok nelayan, seperti alat sonar pendeteksi ikan, dan rakit. Menurut Rasyid Yahya, Salah seorang Nelayan, bantuan rakit ke kelompok nelayan tak tepat sasaran, "Kami mengusulkan bantuan kelompok sebuah rakit seukuran Rp 50 juta, nanun diberikan bahan tidak sesuai, seharusnya kan bantuan tepat sasaran," sebut Rasyid.
Bupati Minut, Drs Sompie Singal menuturkan, agar nelayan bersabar, pemerintah akan berupaya memberikan bantuan, apalagi perikanan, merupakan satu sektor andalan Minut dalam pertumbuhan perekonomian "Kami tetap akan beri bantuan, untuk alat sonar dan rakit, tidak bisa satu kelompok satu alat. Akan disiapkan tapi nanti bisa digunakan bersama‑sama," kata Sompie. (ryo)