Pertanian
Bank Indonesia : Kelompok Tani Jangan Segan Ajukan Permohonan
Selamat telah meningkatkan kesehatan kita dengan adanya hasil pertanian yang organik.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemimpin Bank Indonesia (BI) Manado, Ramlan Ginting, bersama beberapa pejabat BI, perbankan, dan pemerintah daerah setempat memanen strawberry organik di Kelurahan Rurukan, kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon. Selain memanen, BI juga memberikan bantuan sebesar Rp 20 juta kepada kelompok tani kina strawberry.
"Kami atas nama BI, mengatakan, dan menyampaikan pada kelompok tani, selamat telah meningkatkan kesehatan kita dengan adanya hasil pertanian yang organik," kata Ramlan dalam sambutannya sebelum memanen strawberry, Selasa (28/9/2012).
Ramlan menambahkan, penanaman strawberry yang dilakukan kelompok tani kina keluarahan rurukan sudah merupakan langkah yang tepat. Ia juga memberikan semangat kepada para kelompok tani kina untuk tetap terus mengembangkan tanaman strawberry organik walaupun berjalan perlahan-lahan.
"Berjalan pelan-pelan namun pasti itu bagus, bertahan semangat terus, BI, pemkot dan perbankan mendukung. Namun kelompok ini jangan segan-segan berdiskusi dan menyampaikan permohonan, karena ini panen perdana strawberry dan penanaman tahap kedua," ujarnya.
BI telah menyiapkan bibit strawberry dalam tahap pertama untuk seluas lahan sebesar 4 hektar. Kemudian juga BI telah melakukan pengadaan bibit strawberry seluas 4 hektar. Untuk tahap kedua. Ramlan mengharapkan kepada perbankan guna melihat kewlompok tani kina, apakah bisa dibiayai atau tidak.
Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Kina, Kelurahan Rurukan, Kecamatan Tomohon Timur, Ir Maxi Mowoling, menyampaikan ucapan terima kasih kepada BI yang telah banyak membantu kelompok tani kina dalam mengembangkan tanaman strawberry organik. Ia menambahkan, dana pengembangan yang diberikan telah perdayakan dengan penanaman strawberry seluas 4 hektar.
"Kami sangat berterima kasih kepada BI yang begitu besar dorongan bagi kami petani-petani untyuk lebih maju mengembangkan sumber daya pertanian yang diandalkan," ucap Maxi
Maxi menjelaskan, dalam mengembangkan tanaman strawberry organik, tidak disembarang lahan. Karena lahan yersebut harus diolah terlebih dahulu guna menghilangkan campuran zat kimia yang terdapat di dalam tanah. Sehingga dalam proses pengolahan lahan dibutuhkan sedikit waktu.
"Karena tanah di wilayah Kelurahan Rurukan ini sudah terkena peptisida dan zat kimia lain. Namun kami yakin bisa terlewati dengan proses bertahap. Kedepannya kawasan ini saya yakin akan berkembang menjadi kawasan strawberry organik," imbuhnya.
Ia menambahkan, mulai hari ini hingga dalam dua minggu kedepan, strawberry organik sudah akan terus di panen. Setelah memanen, para kelompok tani kina akan melakukan penanaman strawberry tahap dua seluas 4 hektar pula, sehingga penanaman strawberry organik di Rurukan mempunyai luas sebesar 8 hektar. (def)