Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wirausaha

BKKBN Sulut Latih Keterampilan Pijat-Facial Treatment 30 Remaja

BKKBN Sulut menggelar Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dan Komunikasi Interpersonal.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor:
zoom-inlihat foto BKKBN Sulut Latih Keterampilan Pijat-Facial Treatment 30 Remaja
ISTIMEWA
Foto pelatihan yang diselenggarakan oleh BKKBN.
Laporan Wartawan Tribun Manado Fernando Lumowa

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perwakilan Badan Kependudukan  Keluarga Berencana (BKKBN) Sulut menggelar Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dan Komunikasi Interpersonal dan Konseling dengan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (KIP/K ABPK). Pelatihan berlangsung lima hari,Minggu-Kamis (19-23/2/2012) di Balai Latihan dan Pengembangan (Latbang) BKKBN Sulut.

Kelas A, Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga diikuti remaja usia SMP yang akses pendidikannya terbatas dan berusia maksimal 24 tahun. Mereka utusan 12 kabupaten kota non-kepulauan di Sulut. Sedangkan kelas B diikuti 30 kader KB perwakilan 15 kabupaten kota.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, Elizabeth Kuji melalui Humas Agustin Mamahit menjelaskan, kelas A melatih peserta keterampilan pijat (massage), perawatan wajah (facial treatment) dan creambath. Pelatihan life skill ini wujud kerjasama BKKBN Sulut dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat Manado.

"Materi diberikan Dr Joy Rattu Phd dan tim dari FKM Unsrat, ahli fisiologi Sefra Emor dari Akademi Fisioterapi St Lukas Tomohon, Elizabeth Kuji, dan Dra Frida Woimbon, Kepala Latbang," kata Mamahit.

Frida Woimbon menjelaskan, pelatihan menitikberatkan pada pengusaan keterampilan oleh peserta. Tujuannya, setelah mengikuti pelatihan, peserta siap pakai menggunakan keterampilan yang dimiliki. "Usai pelatihan mereka diberikan sertifikat. Diharapkan mereka siap pakai. FKM siap mendistribusikan mereka ke industri perhotelan, salon, pusat perawatan kecantikan dan jasa lainnya," kata Woimbon.

Pelatihan ini sebagai upaya mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran. "Dengan memiliki keterampilan, peserta bisa masuk ke dunia kerja, punya penghasilan dan menghidupi diri sendiri," katanya seraya menyatakan, pelatihan ini diupayakan dilaksanakan setiap tahun.

Sedangkan kelas B, peserta dilatih kemampuan konseling kepada Pasangan Usia Subur (PUS). Materi diberikan widyaiswara BKKBN Sulut, Christine Gagola dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Manado, Elizabeth Kuji dan Frida Woimbon.  "Mereka jadi ujung tombak di masyarakat memberikan pemahaman, asistensi (bantuan) tentang KB," katanya.(*/ndo)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved