PNS
Sekdes, Jalan Pintas Jadi PNS
PNS adalah kebanggan bagi sebagian orang. Tak heran, berbagai cara ditempuh untuk menjadi abdi negara ini.
Laporan Wartawan Tribun Manado Quin Simatauw
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - PNS adalah kebanggan bagi sebagian orang. Tak heran, berbagai cara ditempuh untuk menjadi abdi negara ini. Satu diantaranya adalah melakukan praktek suap atau istilahnya pelicin agar semuanya lancar.
Jika anda sudah berkali-kali mencoba tes PNS dan belum juga tembus, bahkan tahun ini dipastikan sudah tak ada lagi pengangkatannya, maka tak perlu bingung. Terlebih jika anda memiliki tabungan beberapa puluh juta yang siap anda hamburkan di beberapa orang yang mengaku siap mengurus segala kelengkapan dan menyulap prosedur sehingga tanpa pengabdian, anda langsung bisa menjadi seorang PNS lewat jalur sekretaris desa (sekdes). Terlebih di kabupaten baru seperti Minahasa Tenggara, ada banyak sekali desa-desa pemekaran yang membutuhkan seorang tenaga sekdes.
Inilah cibiran beberapa orang yang sudah tak heran dengan praktek jual beli status PNS.
"Kalau ada uang memang segalanya mungkin, apalagi cuma jadi PNS, sediakan 75 juta, langsung disulap jadi sekdes," ungkap seorang warga Ratahan sebut saja Olly kepada Tribun Manado belum lama ini.
Tak hanya warga awam yang mengetahui praktek jual beli kursi PNS ini, para abdi negara yang mengetahui jalur pintas ini juga bisa menjadikan sanak keluarga, anak, istri, suami atau saudara-saudara terdekat menjadi seorang PNS.
"Saya sudah angkat uang di Bank, supaya anak saya jadi sekdes, sekitar Rp 40 juta sudah saya habiskan tapi katanya masih kurang, saya juga bingung mau ambil uang di mana lagi," keluh seorang PNS sebut saja Lexy.
Penelusuran Tribun Manado memastikan praktek jual beli kursi PNS lewat jalur sekdes ini menjadi favorit lantaran tak membutuhkan pengabdian. Cukup menyulap berkas-berkas pengabdian sampai ke pusat, maka lengkaplah berkas pengangkatan.
"Tidak hanya Minahasa Tenggara, kabupaten kota lain begini semua, dan ini bayarnya juga sampai ke orang-orang di pusat, kami meyakini ini simbiosis mutualisme, warga memaksa jadi PNS dan siap setorkan uang, ya kenapa tidak," ungkap seorang pejabat di kabupaten Salak belum lama ini.(uke)