Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Buruk

Kapal Nelayan Gorontalo Pecah, Suleman Tiga Hari Terapung di Laut

Suleman Kamasaran (40) warga desa Bala, Kecamatan Pambusun, ditemukan terapung.

Editor:
zoom-inlihat foto Kapal Nelayan Gorontalo Pecah, Suleman Tiga Hari Terapung di Laut
ISTIMEWA
Ilustrasi
Laporan Wartawan Tribun Manado Robin Tanauma

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Suleman Kamasaran (40) warga desa Bala, Kecamatan Pambusun, ditemukan terapung di perairan Sulawesi arah 330 derajat atau sekitar 45 mil dari Pulau Naen atau sekitar 60 mil dari Manado, Kamis (9/2/2012)

"Sekitar pukul 08.00 Wita korban ditemukan oleh penjaga rakit 'Tiberias', awalnya korban berada di kapal ikan 'Usaha Kembar' diduga pecah akibat ombak, dan korban terbawa arus," ujar Ludi sebagai kepala seksi operasi Basarnas Manado.

"Korban dalam keadaan yang lemah terapung di kayu, dilihat dari kondisinya, korban sudah sekitar 3 hari terapung di laut," tambahnya

Dijelaskannya, setelah menerima kontak radio dari penjaga rakit, korban kemudian langsung dievakuasi oleh Tim Basarnas Manado menggunakan Kapal Rigit dengan 7 anggota SAR sekitar pukul 13.00 Wita ke lokasi dan tiba di dermaga kawasan Mega Mall sekitar pukul 20.05 Wita.

Korban kemudian di bawa ke RSUP Prof Kandou Manado dengan mobil ambulance untuk mendapatkan perawatan.

"Kami terima kontak dari rakit 'Tiberias' melalui Radio Antar Penduduk Indonesia (Rapi) kemudian langsung mengevakuasi korban," ujar Ludi

"Saat ini korban alami dehidrasi dan kram di bagian kaki," tambahnya

Sementara tim SAR Pol Air Polresta Manado, sudah menyebarluaskan informasi akan adanya peristiwa tersebut pada masyarakat nelayan. "Apabila menemukan sisa korban yang ada, agar untuk melaporkan ke pemerintah yang berwajib," ujar Ipda Johhny Kantali, Kanit Pol Air Polresta Manado. (obi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved