Kepolisian
Tular: Oknum Polisi di Tomohon Jangan Arogan
Jajaran Polres Tomohon mengamankan sedikitnya 2 unit kendaraan bermotor, saat menggelar operasi rutin yang ditingkatkan di Kompleks Ex Rindam
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan wartawan Tribun Manado, Warstef Abisada
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO— Jajaran Polres Tomohon mengamankan sedikitnya
2 unit kendaraan bermotor, saat menggelar operasi rutin yang ditingkatkan di
Kompleks Ex Rindam, Sabtu (4/2) lalu. 2 unit kendaraan yang diamankan tersebut,
satu kendaraan roda dua dan satu lagi roda empat. Selain itu, diamankan juga 5 surat
izin mengendara (SIM) dan 9 surat tanda nomor kendaraan (STNK).
Kapolres
Tomohon AKBP Marlien Tawas mengatakan operasi rutin yang ditingkatkan tersebut,
akan intens dilakukan pihaknya untuk menciptkan suasana kamtibmas lebih
kondusif di daerah ini. “Masyarakat harus merasa aman dan nyaman dalam
beraktivitas, tak boleh terusik dengan tindakan-tindakan yang dapat mengancam
kamtibmas,” katanya, Minggu (5/2).
Kabag Ops
Polres Tomohon Kompol Linus Kendek berharap masyarakat terus mendukung operasi
Kepolisian dengan berperilaku tertib, serta menginformasikan dengan cepat jika
mengetahui hal-hal yang dapat mengancam stabilitas daerah.
Soal diamankannya kendaraan dan dokumen
seperti SIM dan STNK, menurutnya dilakukan pihaknya untuk memberi kesadaran bagi
masyarakat agar lebih tertib dalam berkendara. “Tindakan langsung (tilang) kami
lakukan untuk melindungi masyarakat, agar lebih tertib dan patuh pada aturan,” tuturnya.
Terpisah, Dany Tular, warga Kota
Tomohon memberi apresiasi terhadap kinerja Polri dalam menciptakan suasana
tetap aman dan terkendali, lewat berbagai operasi. Hanya saja, ia meminta
jajaran Polri untuk melakukan tugas dengan baik sebagai pengayom dan pelindung
masyarakat. “Saya memberi apresiasi positif terhadap kinerja Polres Tomohon,
hanya saja sempat juga kecewa, karena ada oknum anggota Polres dari Satuan Lalu
Lintas yang terkesan arogan, saat melakukan operasi Rabu (1/2) lalu di Kaaten
sekitar pukul 10.30 Wita,” katanya.
Ia
menjelaskan saat itu memang dalam posisi salah, karena lupa membawa kelengkapan
dokumen seperti SIM dan STNK saat mengendarai motor matic, tapi ketika
diperiksa, oknum tersebut tanpa memberi salam dan hormat, tiba-tiba langsung
mencabut kunci motornya.“Sebagai pengayom masyarakat, mestinya anggota Polri dapat bersikap lebih santun, jangan menunjukkan sikap arogan. Sebab, kami bukan pencuri atau teroris,” tukasnya. (War)