Flu Burung
Desinfektan Distanakbun Minahasa Sudah Expired sejak 2009
Saya juga kaget saat mengetahui kalau desinfektan kami telah kedaluwarsa. Namun sebagian desinfektan ini telah dibagikan pada masyarakat
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Saat lima desa di Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Barat dan Kawangkoan positif terjangkit flu burung, ternyata desinfektan milik Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Distanakbun) Minahasa ternyata telah expired (kedaluwarsa) sejak 2009.
Berdasarkan pantauan Tribun Manado, desinfektan merek Glutanol ukuran satu liter milik Distanakbun Minahasa ternyata telah kedaluwarsa sejak November 2009.
Kepala Bidang Kehewanan Distanakbun Minahasa, Frangky Polii saat diwawancarai Tribun Manado, Jumat (27/1/2012) mengatakan, kondisi ini baru diketahuinya sejak beberapa hari lalu. Dirinya menjelaskan, semua petugas di kantor tersebut tidak pernah memperhatikan kalau tanggal kedaluwarsa pada desinfektan tersebut berakhir sejak November 2009.
"Saya juga kaget saat mengetahui kalau desinfektan kami telah kedaluwarsa. Namun sebagian desinfektan ini telah dibagikan pada masyarakat di Kawangkoan dan Tondano," ujarnya.
Dirinya menjelaskan, pengadaan cairan yang berfungsi membunuh bakteri dan virus (termasuk virus H5N1) ini dilakukan pada tahun anggaran 2008. Menurutnya, setelah itu tidak pernah lagi dilakukan pengadaan desinfektan.
"Sebenarnya desinfektan ini masih bisa digunakan asalkan saat dibuka tidak berbau menyengat. Namun Distanakbun akan kembali melakukan pengadaan desinfektan yang baru," ujarnya.
Dalam penggunaannya, desinfektan disemprotkan pada kandang ayam untuk membunuh virus penyebab penyakit. Penggunaan desinfektan masuk dalam prosedur standart penanganan penyebaran virus flu burung.
Jones Pantouw, tokoh masyarakat Tondano mengatakan, dirinya prihatin melihat Pemkab Minahasa ternyata tidak siap menghadapi penyebaran virus flu burung di Minahasa. Menurutnya, saat ini virus mematikan bagi unggas dan manusia telah ada di Minahasa, sehingga harusnya penyebarannya bisa segera diatasi.
"Saya prihatin melihat kondisi seperti ini. Bagaimana bisa mengatasi penyebaran flu burung dengan desinfektan yang telah kadaluarsa. Kalau terus seperti ini, bisa jadi virus flu burung akan menyebar kesemua wilayah Minahasa," ujarnya.
Dirinya menambahkan, Pemkab Minahasa harus serius menangani masalah penyebaran virus flu burung. Menurutnya, jika disepelekan, nyawa manusia bisa menjadi taruhan. (luc)