Flu Burung
Antisipasi Flu Burung, Pemko Kotamobagu Aktifkan Empat Pos di Perbatasan
Merebaknya kasus dugaan flu burung di sejumlah daerah membuat Pemkot Kotamobagu awas.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Merebaknya kasus dugaan flu burung di sejumlah daerah membuat Pemkot Kotamobagu awas. Langkah antisipasi pun dilakukan. Satu di antaranya memasksimalkan penjagaan di empat lokasi masuk wilayah tersebut.
Petugas lintas sektoral akan ditempatkan pos tersebut. Hal ini merupakan satu di antara hasil rapat empat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di ruang asisten II Setdakot Kotamobagu, Rabu (24/1/2012).
Empat SKPD itu adalah Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian Peternakan Perikanan Perekebunan dan Ketahanan Pangan (DP4KP), Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informasi (Dishubparkominfo), dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Penanaman Modal (Disperindagkop-PM).
Asiten II Hardi Mokodompit yang memimpin rapat mengatakan wilayah Kotamobagu rentan dengan penyebaran virus flu burung. "Semua arus lalulintas keluar masuk unggas ke wilayah Kotamobagu harus diperiksa.Termasuk juga unggas yang sudah masuk ke pasar, harus diperiksa semua," kata Hardi.
Dia minta semua unggas yang dicurigai terjangkit virus H5NI harus dimusnahkan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan kooperatif dengan petugas jika menemukan unggas terindikasi terkena virus mematikan tersebut.
"Segera laporkan atau hubungi petugas kesehatan dan penyuluh pertanian yang bertugas di desa atau kelurahannya," ucap Hardi.
Sementara itu, Kepala DP4KP Kotamobagu Martikoharjo Mokodompit mengatakan, pihaknya akan melakukan beberapa upaya guna mencegah penyebaran flu burung ini. "Rapid test (pemeriksaan cepat) akan kami lakukan terhadap unggas yang mati mendadak," kata dia.
Dia menambahkan, penyemprotan kandang dengan disinfektan dan pemberian vaksin terhadap unggas mutlak dilakukan. Dan, hal tersebut, kata dia, tidak akan berhasil bila tanpa ada kerjasama dari masyarakat.
Senada, Kepala Dinkes Kotamobagu, Salmon Helweldery, menekankan pentingnya antisipasi. "Ini kan penyakit yang berasal dari virus dan belum ada obatnya. Jadi langkah antisipasi yang perlu," tambah dia usai rapat.
Salmon kemudian menjelaskan beberapa gejala yang harus diwaspadai masyarakat setelag ada kontak dengan unggas. "Demam, panas, beringus, apalagi sampai sesak, segera laporkan ke petugas kesehatan bila mana hal tersebut terjadi setelah kontak dengan unggas," kata dia.
Kasus flu burung sempat merebak di Kotamobagu. September tahun 2011 lalu, sebanyak 11 warga Gogamoman sempat jadi 'suspect' flu burung. Kendadi kemudian hasil laboratorium menyebutkan mereka negatif.
Saat itu, terjadi juga kematian mendadak unggas terutama ayam di Gogagoman dan Upai. Tim surveilens flu burung Bolmong dan DP4K Kotamobagu pun memusnahkan sejumlah unggas yang diduga telah tertular virus H5N1. (suk)