Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hak Asasi Manusia

Komnas HAM Cari Anggota di Sulut

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mulai melakukan seleksi untuk calon anggotanya.

Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Rine Araro

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mulai melakukan seleksi untuk calon anggotanya. Mereka pun melakukan sosialisasi di daerah-daerah termasuk Sulawesi Utara. Bahkan Ketua Panitia Seleksi Prof Dr Jimly Asshiddiqie berharap ada calon anggota dari Sulut.

"Kita harapkan yang punya idealisme yang bisa memperkuat Komnas HAM di masa yang akan datang," kata Asshiddiqie, di Ruang Huyula Pemprov, Selasa (24/1/2012).

Dikatakannya, idealisme diperlukan karena dalam demokrasi tidak pantas lagi ada pelanggaran HAM. Ditambahkannya, minimal ada 300 orang yang ikut seleksi ini sehingga seleksinya bisa menjamin mutu. "Komnas HAM mencari 30 tokoh yang nantinya akan diusulkan ke DPR," tuturnya.

Asshiddiqie mengatakan, selaku ketua panitia seleksi, dia sudah melihat ada beberapa orang yang memiliki kemampuan untuk menjadi anggota Komnas HAM. Ditambahkannya, ia pun aktif menghubungi lewat sms, telepon, atau email kepada orang-orang yang dilihat berpotensi. "Saya harus menjemput bola. Kadang-kadang tokoh koita tidak mau terkesan melamar," ucapnya.

Ia mengatakan, untuk menjadi anggota Komnas HAM syaratnya antara lain berusia minimal 35 tahun, punya pengalaman dalam memperjuangkan HAM, pemberani, serta punya idealisme. Menurutnya, calon anggota Komnas HAM bisa juga merupakan aktifis di LSM, dosen, mantan pejabat, juga TNI dan Polisi, serta wartawan. "Latar belakang pendidikan sebagian nanti dari hukum, tapi ada juga ahli pendidikan," jelasnya.

Gubernur Sulawesi Utara dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Ir Siswa Rahmat Mokodongan mengatakan bahwa hak asasi manusia adalah hak dasar yang merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus dihormati dan kewajiban ini jelas tercermin dalam Pembukaan UUD 1945.  Kata dia, pemprov terus berupaya secara maksimal untuk memantapkan komitmennya untuk menolak segala bentuk diskriminasi, pembatasan, pelecehan dan pengucilan baik secara langsung maupun tidak langsung yang disebabkan karena perbedaan suku, agama, ras, golongan, status sosial, jenis kelamin. "Pemprov Sulut akan mendukung segala upaya dalam rangka memperkuat peran Komnas HAM dalam menjaga penyelenggaraan HAM di Indonesia," tandas Mokodongan.

Tim Komnas HAM yang hadir  dipimpin langsung oleh Ketuanya Ifdal Kasim, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Kementerian Hukum dan HAM Ir Johan Efendi MSi serta anggota Panitia Seleksi Anugerah Pekerti. (aro)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved