Flu Burung
Tomohon Utara Waspada Flu Burung
PERSOALAN Flu Burung tak bisa dianggap remeh.
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
PERSOALAN Flu
Burung tak bisa dianggap remeh. Kendati belum sampai ke Tomohon, namun
pemerintah diminta tetap tanggap dan waspada dengan konsisten melakukan
pemeriksaan terhadap lalu lintas unggas yang masuk dan keluar daerah ini. Sebab,
kenyataannya tak semua warga yang merasa aman dari ancaman wabah tersebut.
“Jujur saja, saya gemar menkonsumsi
ayam, tapi sejak flu burung merebak di Minahasa, jadi muncul kekhawatiran,
sehingga jadi takut untuk menkonsumsi ayam lagi,” jelas Kiky, warga Paslaten,
Minggu (22/1).
Ia meminta pemerintah rutin melakukan
pemeriksaan, tak hanya dalam waktu tertentu saja untuk memberikan jaminan
keamanan kepada warga dari ancaman serangan flu burung. “Jangan sampai, nanti
ada kasus baru rutin melakukan pemeriksaan, harus mulai dari sekarang. Sebab,
mencegah lebih baik dari pada mengobati,” tegasnya.
Herry Lantang, Camat Tomohon Utara mengatakan pemerintah di kecamatan
tetap tanggap terhadap persoalan flu burung. Untuk itu ia meminta peran aktif
dari masyarakat untuk melakukan pencegahan, caranya dengan melapor kepada
pemerintah setempat, jika tiba-tiba ditemukan ada ayam yang mati mendadak.
“Masyarakat diharapkan juga tidak mengimpor atau menkonsumsi ayam dari daerah
Minahasa, sebagai langkah awal mencegah
penyebaran virus flu burung,” kata Lantang.
Penularan dari unggas ke manusia
sendiri terjadi lewat kontak air liur dan kotoran unggas. Kontak itu terjadi
lewat sentuhan langsung atau juga melalui kendaraan yang mengangkut hewan-hewan
itu. Juga termasuk kandang, alat-alat peternakan, pakan ternak, pakaian, dan
sepatu para peternak.
Lantang berharap masyarakat mencuci
tangan dan menggunakan alat pelindung diri, ketika kontak dengan binatang, baik
dalam keadaan mati, apalagi ketika hidup. “Pola hidup sehat harus dilaksanakan
seluruh warga, dengan mencuci tangan, makan seimbang dan bergizi, olah teratur
dan istirahat yang cukup,” tukasnya. (War)