Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Flu Burung

Penjualan Ayam Tetap Laris di Tomohon

Merebaknya virus flu burung (H5N1) di sebagian wilayah Kabupaten Minahasa, yang ditandai dengan dimusnahkannya ribuan unggas

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado, Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID— Merebaknya virus flu burung (H5N1) di sebagian wilayah Kabupaten Minahasa, yang ditandai dengan dimusnahkannya ribuan unggas baik ayam maupun itik yang terinfeksi, tak memberi pengaruh siginifikan terhadap penjualan ayam di Tomohon.

Penjualan ayam di Tomohon terutama di Pasar Beriman tetap laris, Minggu (22/1). “Penjualan ayam di Pasar Beriman tetap laris, tak terpengaruh kendati ada flu burung di daerah lain,” jelas Nontje Maengkom (56), warga Paslaten I Lingkungan VI, kepada Tribun Manado, kemarin.

Saat ditemui di Pasar Beriman, Nontje mengaku ayam yang terjual sehari bisa mencapai 100 ekor, dengan harga Rp 45 ribu per ekornya. “Disini aman, tak ada flu burung, jadi banyak warga yang membeli ayam untuk keperluan pesta perkawinan hingga ulang tahun,” ujarnya.

Untuk menghindari ancaman flu burung, menurut dia selain intens menjaga kebersihan, daging yang dibeli juga harus dimasak dengan benar agar bibit penyakitnya mati. “Dahulu informasi merebaknya flu burung sangat menakutkan, tapi kami tetap makan ayam kendati diketahui sakit, karena kami yakin bukan flu burung. Apalagi jika sudah diberi bumbu, dan dimasak dengan benar, sangat enak untuk di makan,” tutur Nontje, sambil tersenyum.


Hal senada diungkapkan Edy Sumakul, warga Talete I Lingkungan V. Menurut pria berusia 56 tahun yang kesehariannya berjualan daging babi itu, sejak dahulu di Tomohon memang tak pernah ada gejala maupun kasus flu burung. Sehingga ia tak pernah takut untuk makan ayam. “Penting sudah dimasak, saya makan. Karena saya juga gemar makan ayam sejak dahulu,” terangnya.

Terpisah, Arnold Poli, Sekretaris Kota Tomohon meminta seluruh warga tak takut menkonsumsi unggas seperti ayam dan itik, sebab di daerah ini sendiri belum ditemukan kasus flu burung. “Masyarakat jangan takut menkonsumsi unggas, karena di Tomohon memang belum ada flu burung,” katanya.

Kendati begitu, pemerintah kata dia tetap siaga untuk mencegah masuknya wabah flu burung dengan mengaktifkan sedikitnya  4 pos pemeriksaan lalu lintas unggas di pintu-pintu masuk ke Tomohon, mulai dari Lahendong (Tomohon Selatan), Kaaten (Tomohon Tengah), Tara-tara (Tomohon Barat), dan Tinoor (Tomohon Utara).  (War)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved