Flu Burung
Warga Diminta Lekas Lapor jika Ada Ayam Mati Mendadak
Herry Lantang, Camat Tomohon Utara mengaku pihaknya telah mengambil tindakan cepat, untuk mengantisipasi merebaknya virus flu burung
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Herry Lantang, Camat Tomohon Utara mengaku pihaknya telah mengambil tindakan cepat, untuk mengantisipasi merebaknya virus flu burung di wilayahnya. “Para Lurah sudah saya intruksikan untuk menginformasikan kepada masyarakat, tentang adanya ancaman flu burung setelah sebagian wilayah Minahasa dinyatakan positif,” ujarnya kepada Tribun Manado, Jumat (20/1/2012).
Ia meminta kepada masyarakat secepat mungkin melapor kepada pemerintah setempat, jika tiba-tiba ditemukan ada ayam yang mati mendadak. “Masyarakat diharapkan juga tidak mengimpor atau menkonsumsi ayam dari daerah Minahasa, sebagai langkah awal mencegah penyebaran virus,” kata Lantang.
Gejala klinis flu burung pada unggas yakni ada warna ungu kebiruan pada jengger, pial, kaki dan daerah yang tidak ditumbuhi bulu. Keluar cairan dari mata dan hidung, pembengkakan di bagian muka dan kepala, pendarahan di bagian kulit, batuk dan bersin serta terdengar suara ngorok.
Sedangkan pada manusia, gejala flu burung pada manusia sama dengan flu biasa, seperti demam sekitar 39 derajat Celsius, batuk, lemas, sakit tenggorokan, sakit kepala, tidak nafsu makan, muntah, nyeri perut dan sendi, diare dan infeksi selaput mata (conjunctivitis).
Penularan dari unggas ke manusia sendiri terjadi lewat kontak air liur dan kotoran unggas. Kontak itu terjadi lewat sentuhan langsung atau juga melalui kendaraan yang mengangkut hewan-hewan itu. Juga termasuk kandang, alat-alat peternakan, pakan ternak, pakaian, dan sepatu para peternak.
Lantang berharap masyarakat mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri, ketika kontak dengan binatang, baik dalam keadaan mati, apalagi ketika hidup. “Pola hidup sehat harus dilaksanakan seluruh warga, dengan mencuci tangan, makan seimbang dan bergizi, olah teratur dan istirahat yang cukup,” tukasnya. (war)