Flu Burung
Kepastian Flu Burung Masih Akan Diuji di Balai Besar Veteriner
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut membenarkan adanya pemusnahan ribuan ayam di wilayah Kanonang
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut membenarkan adanya pemusnahan ribuan ayam di wilayah Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa, Jumat (20/1/2012). Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan melalui Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan.
"Benar ada pemusnahan di Kanonang. Kami (Dinkes) sudah melakukan tes cepat di lokasi," kata Lampus.
Ia mengatakan, kuat dugaan matinya unggas ini karena flu burung. Saat ini, kata Lampus , tim kesehatan yang ada di lokasi pemusnahan sudah mengambil sampel untuk diperiksa lebih lanjut. "Sampel sudah di ambil dan akan dikirim ke Balai Besar Veteriner yang ada di Maros," tutur Lampus.
Ditambahkannya, ayam yang mati di kawasan tersebut belum bisa dipastikan positif terserang virus avian influenza sampai ada hasil dari Balai Besar Veteriner. "Kalau sudah ada hasilnya dari laboraturium bisa dipastikan apakah ini memang benar flu burung karena tes yang dilakukan baru pada tahap rapid yang hanya melihat dari gejala yang ada," jelas Lampus.
Lampus mengatakan, di lokasi pemusnahan unggas, ada anak yang mengalami demam. Anak tersebut, menurut Lampus langsung diperiksa ke Puskesmas terdekat dan dilanjutkan pemeriksaan ke rumah sakit. "Ternyata setelah diperiksa, anak tersebut tidak memenuhi kriteria suspect flu burung," terang Lampus.
Menurutnya, meski tidak memenuhi kriteria suspect flu burung, tapi tim kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap anak tersebut. "Mungkin saja saat ini tidak terdeteksi tapi tiba-tiba dia terindikasi, maka tindakan pengamanan harus segera dilakukan. Dia pun akan segera kita isolasi. Begitu juga dengan mereka yang melakukan kontak dengan anak tersebut akan kita pantau perkembangannya," terang Lampus.
Ada tanda-tanda awal ketika disebut sebagai suspect flu burung. Untuk hewan, kata Lampus, bisa disebut suspek hewan ketika ada kematian unggas tanpa sebab. Unggas tersebut haruslah diperiksa di laboratorium. "Kalau manusia, panas sudah lebih dari 38 derajat selsius, ada batuk dan sesak napas, dan setelah dibawa ke rumah sakit dan terbukti pasti diisolasi," tandasnya.(aro)