Miras
Rumondor Minta Pabrik Miras Ditutup
Kami lebih setuju jika perusahan miras di Kota Manado ditutup
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejumlah kasus kejahatan dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi belakangan ini dipicu konsumsi minuman keras (miras). Alasan ini membuat Anggota Komisi B DPRD Kota Manado Conny Rumondor mengusulkan agar pabrik miras ditutup saja.
Baginya pembatasan seperti ditetapkan Disperindag Manado hanya sampai jam 10 malam bukan solusi utama. "Solusi itu bagus tapi kami lebih setuju jika perusahan miras di Kota Manado ditutup. Miras sudah menjadi momok bagi masyarakat Manado," ungkap wanita berkacamata ini kepada Tribun Manado, Selasa (18/1/2012) di ruang kerjanya.
Menurut Rumondor, miras saat ini menjadi pembunuh nomor 1. "Kecelakaan, pembunuhan, perkelahian yang kini sering terjadi dipicu miras. Menurut kami pemerintah eksekutif harus lebih memberikan perhatian yang bijak sana," ujarnya.
Anggota Komiso B lainnya Sonny Lela memberikan solusi yang lain. Menurutnya terpenting ada kontrol perijinan toko yang jual miras dan kapasitas produksi. "Harusnya kalau miras memang banyak di Manado bisa diatur agak tidak yang baik supaya tidak menganggu keamanam dan ketertiban masyarakat. Pemicu kekacauan itu semua kan tergantung kesadaran pribadi masing-masing saja," ujarnya.
Benny Parasan Anggota DPRD lainnya meminta semua elemen masyarakat menyikapi masalah miras dengan logis-realistis. "Jika miras di Manado mendapat sambutan baik maka tidak perlu import wine jauh-jauh ke luar negeri. Manfaatnya banyak hanya memang dampak negatifnya harus dicegah dengan cara menanamkan kesadaran bersama agar ketika minum jangan membuat keonaran," urainya.
Ditegaskannya instansi terkait pun bisa melakukan kontrol dan pengawasan untuk mencegah dampak negatif miras dengan cara tidak menindak pabrik ataupun toko yang menjual miras namun tidak memenuhi ketentuan. "Pabrik ataupun toko harus memenuhi standar kajian lingkungan, kelengkapan administrasi, kapasitas produksi dan syarat lainnya," ujar Parasan, kemarin.(dit)