Penertiban
Pol PP Bitung Kembali Tertibkan Penjual Buah
Para penjual buah di pinggir ruas jalan Pierre Tendean Kecamatan Girian sepertinya tidak peduli dengan penertiban yang dilakukan petugas
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Para penjual buah di pinggir ruas jalan Pierre Tendean Kecamatan Girian sepertinya tidak peduli dengan penertiban yang dilakukan petugas satuan polisi pamong praja (sat pol pp) kota Bitung dua hari sebelumnya. Ini terbukti dengan masih ada penjual yang melakukan aktifitasnya pada jam yang dilarang dan kembali harus ditertibkan.
"Ada dua penjual yang kedapatan berjualan pada jam yang dilarang," kata Kasat Pol PP Herry Benyamin melalui Rustam Manoarfa korlap penertiban tim Kelelawar pada Tribun Manado disela-sela penertiban, Kamis (12/1/2012).
Untuk itulah pihaknya kembali harus melakukan penertiban kepada mereka yang berjualan dengan memindahkan meja tempat mereka berjualan. "Kalau memang mereka melanggar aturan terpaksa kami angkat. Kan kami sudah bilang boleh berjualan tapi nanti mulai jam 5 sore," tuturnya.
Pihaknya pun melalui tiga tim masing-masing kelelawar, tarsius, dan rajawali akan semakin meningkatkan pengawasannya di lokasi yang sering dijadikan tempat berjualan buah-buah. "Mulai pagi, siang, sore, dan malam kami akan berjaga," tandasnya.
Sementara itu Taher satu di antara pedagang yang ditertibkan masih menyempatkan waktu untuk melayani pembeli. "Kami berjualan saat waktu yang dilarang karena mendapat info dari rekan sesama penjual bisa berjualan di pagi hari," ungkap Taher. Menurutnya saat ditertibkan ia berencana akan menghabiskan sisa buah yang ada padanya. "Rambutan masih ada sisa 400 kg, 1 kas langsa, dan durian 300 buah," tuturnya.
Seorang penjual perempuan mengaku tetap akan membeli buah yang ditawarkan pedagang tersebut meski mereka sudah ditertibkan. "Tetap membeli biar sudah tidak di pinggiran ruas jalan Pierre Tendean, kan mereka boleh berjualan di pasar tradisional," ujarnya. Dari amatan Tribun Manado para petugas Pol pp tetap melakukan pengawasan sampai batas waktu yang ditentukan. Setelah pukul 5 sore terlihat lokasi tersebut kembali marak dengan para penjual buah, ada yang menggunakan mobil pick up dan meja beratapkan terpal plastik.(crz)