Penembakan
Pria Itu Menembak Mati Tiga Pekerja
Polres Bireuen, Senin (2/1/2012) melakukan reka ulang insiden pemberondongan yang menewaskan tiga pekerja galian kabel optik Telkomsel

TRIBUNMANADO.CO.ID, BIREUEN - Polres Bireuen, Senin (2/1/2012) melakukan reka ulang insiden pemberondongan yang menewaskan tiga pekerja galian kabel optik Telkomsel di Desa Blang Cot Tunong, Kecamatan Jeumpa Bireuen, pada malam menjelang pergantian tahun, Sabtu (31/12/2011). Semua saksi korban yang diikutkan pada reka ulang itu mengatakan pelaku berjalan kaki seorang diri ke mes mereka dan berdiri di depan pintu sambil memberondongkan tembakan dengan senjata laras panjang.
Dalam reka ulang kemarin, Polres Bireuen membawa serta 47 saksi korban ke lokasi kejadian untuk menjelaskan secara detail detik-detik yang sangat dramatis itu ketika tiga rekan mereka tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat pemberondongan oleh orang yang belum teridentifikasi. Amis darah masih menyengat di mes yang bersisian dengan Jalan Nasional Banda Aceh-Medan tersebut. Proses reka ulang dikawal ketat oleh pihak keamanan.
Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK didampingi sejumlah parwira lainnya kepada Serambi mengatakan, dalam rekonstruksi itu juga terungkap pelaku mengenakan helm putih berpenutup wajah dan memakai jaket coklat. “Setiba di depan pintu, pelaku langsung memberondong dengan senjata jenis AK-47. Waktu itu rombongan pekerja sedang istirahat di dalam mes,” kata AKBP Yuri.
Setelah mengeksekusi korban, pelaku keluar sambil berlari-lari kecil ke arah jalan raya yang berjarak sekitar 20 meter dan selanjutnya naik sepeda motor yang sudah ditunggui oleh orang yang diduga rekannya. “Mereka lari ke arah barat. Namun belum bisa dipastikan langsung ke ke arah barat karena tidak jauh dari tempat penjualan keripik terdapat jalan kabupaten arah ke selatan dan utara,” ujar Kapolres Bireuen.
Menurut Kapolres Bireuen, rekonstruksi yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana gerak-gerik pelaku dan cara pemberondongan yang dilakukan. Sejauh ini saksi korban hanya bisa menggambarkan tinggi badan pelaku sedangkan ciri-ciri lain belum terungkap sama sekali.
Saksi yang dimintai keterangan selain dari pihak korban sebanyak 47 orang juga tiga pedagang di sekitar lokasi kejadian. Namun masih sulit mengindentifikasi pelaku.
Langkahan siaga
Dari Aceh Utara dilaporkan, masyarakat Blok A, Blok B, dan Blok C Desa Seurekey, Kecamatan Langkahan siaga dengan parang pasca-aksi pemberondongan warung kopi (warkop) milik Paimin di Blok B yang menewaskan
Suliadi (37) dan seorang lainnya, Karyawanto (37) kritis. Kasus itu sendiri terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, Minggu (1/1). “Setelah kejadian pemberondongan, semua laki-laki di Blok A, Blok B, dan Blok C berjaga-jaga. Kami keluar membawa parang karena khawatir pelaku balik lagi,” sebut seorang warga Blok B, Desa Seurekey.
Kapolres Aceh Utara AKBP Farid BE melalui Kasat Reskrim AKP Marzkuki kepada Serambi, Senin (2/12/2012) mengatakan, pihaknya menemukan dua butir peluru AK aktif. 37 selongsong AK, dan tujuh proyektil AK di lokasi kejadian. Menurut Kapolres Aceh Utara, tim gabungan dari Sat Intel dan Sat Reskrim masih memburu pelaku penembakan tersebut. “Kami menduga mereka kabur ke arah Aceh Timur. Kita juga bekerja sama dengan Polres Aceh Timur untuk mengejar pelaku,” kata AKP Marzuki.
Selesai operasi
Edi Karyawanto, korban selamat pada insiden pemberondongan di Blok B Seurekey masih menjalani perawatan pascaoperasi di RS Kesrem Lhokseumawe. “Setelah menjelani masa operasi selama empat jam, tim medis tidak menemukan proyektil peluru di dalam tubuh korban,” kata Kepala RS Kesrem Lhokseumawe, Mayor CKM dr Khairul Ihsan Nasution SpBS kepada Serambi, Senin (2/1). Kondisi Edi dilaporkan sudah mulai bisa bicara.
Berdasarkan pemeriksaan medis, Edi terkena peluru dari perut tembus ke punggung sehingga tulang punggungnya patah dan kantong kencing pecah. Sedangkan korban tewas, Suliadi, jenazahnya dimakamkan di kampung istrinya, di Desa Ujong Baroh Beurghang, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.(yus/c46/ib/bah)