Natal 2011
Natal Bersama Brigade Manguni Indonesia Sulut
Keluarga besar Brigade Manguni Indonesia (BMI) Wilayah Sulut melaksanakan ibadah Natal Yesus Kristus di Sekretariat BMI
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Keluarga besar Brigade Manguni Indonesia (BMI) Wilayah Sulut
melaksanakan ibadah Natal Yesus Kristus di Sekretariat BMI Cabang Minut
di Kauditan, Rabu (28/12).
Perayaan yang mengambil tema: "Natal Yesus Kristus Membawa Perubahan ini dihadiri sekitar 200-an orang yang terdiri dari para tonaas BMI wilayah dan cabang se-Sulut. Termasuk Tonaas Wangko, Decky Maengkom, para tonaas cabang se-Sulut, Tonaas BMI Bitung, Fabian Kaloh. Mewakili pemerintah, Kepala Badan Kesbangpolinmas Minut, Drs Max Silinaung dan Ketua Komisi A DPRD Minut, Henry Walukouw.
Ibadah dipimpin Pdt Hanny Pantouw yang juga menjabat Tonaas Departemen Mental Spiritual Budaya dan Pendidikan BMI. Pembacaan Alkitab diambil dalam Injil Lukas 19 : 10 yang berbunyi: "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang"
Pantouw menegaskan,
sebagai organisasi sosial berbasis adat Minahasa, BMI harus mampu
mengacu pada sikap Paulus yang dahulunya menjadi 'musuh' Kristus.
"Saulus
yang kemudian namanya jadi Paulus jadi rasul. Namun menjadi hamba Allah
Paulus harus membayar harga yang sangat mahal atas pertobatannya," kata
Pantouw.
Satu hal yang patut diteladani dari Paulus, kata Pantouw, Paulus tak kehilangan keberanian menentang ketidakbenaran. "BMI harus berada di barisan terdepan dalam hal mengkritisi ketidakadilan sosial di masyarakat, mengkoreksi kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat dan jadi tentu anti KKN," katanya seraya menyatakan, BMI harus mempertahankan sikap sebagai pengawal kerukunan antarumat beragama di Sulut.
Terpisah, Bupati Minut, Sompie Singal dalam sambutan Natalnya yang dibacakan Max Silinaung meminta BMI tetap solid dan menjaga komitmen awal sebagai garda penjaga empat pilar bangsa, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. "BMI harus tetap bermitra dengan pemerintah sebagai pengawal demokrasi, keadilan sosial, dan penegakkan hukum," ujar Max.(*/ndo)