Bantuan Sosial
Dinsos Manado Siapkan 40 Ton Beras
Dinas Sosial Manado menyiapkan 40 ton beras serta makan instan lainnya jika terjadi bencana alam,
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Sosial Manado menyiapkan 40 ton beras serta makan instan lainnya jika terjadi bencana alam, baik banjir dan tanah longsor. Jumlah tersebut berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ada saat ini.
"Untuk bencana alam, kami mempunyai stok 40 ton beras. Yang siap disalurkan untuk tanggap darurat," ujar Kepala Dinsos Manado Frans Mawitjere, Kamis (29/12/2011).
Mawitjere menambahkan selain beras mie instan untuk tanggap darurat, juga menyalurkan alat rumah tangga berupa selimut, panci serta kompor. Selain itu untuk anak sekolah, jika seragamnya rusak atau hanyut, ia juga dapat memberikannya.
Namun demikian bantuan tersebut bukan hanya untuk warga yang terkena bencana alam saja, melainkan pula bencana sosial, yaitu kebakaran.
Selain itu anggota Tagana yang berjumlah 102, dan yang aktif berjumlah 80 orang, siap diturunkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Para Tagana tersebut dikerahkan, bukan hanya jika terjadi bencana di Manado saja, melainkan di daerah lain seperti letusan Gunung Soputan, Lokon serta yang lainnya. Mereka selalu siap jika diturunkan sewaktu-waktu.
Saat ini Dinsos bukan untuk tanggap darurat saja, jika terjadi bencana alam, melainkan pula mengantisipasinya, dengan cara melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Hal tersebut merupakan program kementerian Sosial, yaitu dengan nama Kampung Siaga Bencana (KSB), untuk Provinsi Sulawesi Utara yang menjadi percontohan adalah Kecamatan Tikala.
Camat Tikala Maxmilian Tatahede mengungkapkan selalu mengimbau kepada warga untuk berhati-hati jika terjadi hujan deras, apalagi disertai angin, sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang aman, terlebih di daerah perbukitan terjal maupun yang rawan banjir, hal tersebut dapat mengancam jiwa mereka.
Setelah beberapa bulan lalu dilakukan simulasi kampung siaga bencana di wilayahnya, diharapkan warganya selalu siap jika sewaktu-waktu terjadi banjir maupun bencana alam. Apalagi saat ini cuaca ekstrem mengintai Manado.
Warga sudah tahu apa yang harus dilakukan dalam penanganan jika terjadi korban jiwa, sehingga tidak adalagi kepanikan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Manado Jopi L Supit mengatakan meskipun memiliki peralatan minim dalam menanggulangi bencana, namun ia selalu siap jika terjadi bencana alam. Peralatan yang dimiliki saat ini berupa satu unit ambuland dan beberapa tenda, peralatan lainnya seperti genset maupun yang lainnya masih dalam tahap mengusulan.
Dengan berkoordinasi dengan instasi terkait seperti Dinas Sosial dan Pekerjaan Umum, diharapkan peralatan minim dapat diatasi.
Selain itu, untuk mengantisipasi jika terjadi bencana Supit menjelaskan saat ini telah dibuat peta rawan bencana untuk Kecamatan Singkil. Sedangkan untuk kecamatan lain maupun Manado akan dilakukan pada Tahun depan. "Sebab Singkil merupakan kecamatan yang paling rawan terhadap bencana, sedangkan untuk kecamatan lain dan Manado secara keseluruhan akan dilakukan pada tahun depan. Dengan demikian diharapkan warga semakin siap jika terjadi bencana," tuturnya.