Cuaca Buruk
Akibat Gelombang Tinggi Nelayan Enggan Melaut
Tingginya gelombang laut di Perairan Sulawesi Utara membuat para nelayan tradisional harus lebih berhati-hati dalam mencari ikan
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Tingginya gelombang laut di Perairan Sulawesi Utara membuat para nelayan tradisional harus lebih berhati-hati dalam mencari ikan. Hal ini karena gelombang tersebut dapat membuat perahu terbalik, dan dapat mengancam nyawa para nelayan tersebut.
Ketua Nelayan Angel Fish Ronny Mamesah mengatakan saat ini musim angin barat yang ditandai oleh tingginya gelombang laut, oleh karena itu ia dan beberapa nelayan harus berhati-hati dalam mencari ikan. "Persiapannya berupa mesin dan kondisi perahu harus baik, kalau tidak saya tidak berani melaut," ujar, Kamis (29/12/2011).
Ia menambahkan bagi nelayan dengan perahu katinting kondisi cuaca seperti sekarang ini tidak mungkin dapat mencari ikan, sebab perahunya bisa pecah diterjang ombak. Jika ada yang berani itu namanya nekad, karena kondisi laut saat ini sedang tidak bersahabat. "Padahal ikan saat ini cukup banyak, hanya ombak saja sedang tidak bersahabat," ungkapnya.
Bagi nelayan yang memiliki perahu 15-40 PK menurutnya masih bisa mencari ikan. Namun dengan catatan perahu dan mesinnya dalam kondisi baik. Saat ini dalam mencari ikan, ia menggunakan perahu 5 GT, sehingga ketinggian saat ini belum berpengaruh.
Untuk mencari ikan biasanya dilakukan di belakang Pulau Manado Tua, maupun di perairan sekitar teluk Manado. Biasanya untuk melaut pergi pada pagi hari dan kembali pada malam hari. "Cuaca seperti ini harus berhati-hati, penuh perhitungan, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Ronny.
Nelayan lainnya, Holden seorang nelayan mengaku jika cuaca buruk dirinya tidak berani untuk mencari ikan, apalagi perahu yang dimilikinya hanyalah katinting, sehingga sebaiknya menunggu cuaca membaik.
Jika dipaksakan perahu yang dimilikinya dapat pecah ditelan gelombang. dari pada nantinya membahayakan nyawa, sebaiknya menunggu saja cuaca membaik.
Terpisah, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Bitung Indar Adi Waluyo mengatakan untuk ketinggian gelombang di Perairan Sulawesi Utara mencapai 3 meter. Sedangkan di Sangihe antara 1,25-4 meter.
Untuk kecepatan angin sampai dengan 30 knot yang bertiup dari barat laut menuju timur laut. Kecepatan tersebut cukup kencang. Tinggi gelombang tersebut diperkirakan sampai 30 Desember. Sampai saat ini ia selalu memberikan informasi setiap hari kepada Administrasi Pelabuhan (Adpel) agar dapat ditindak lanjuti.
Terjadinya gelombang tinggi tersebut disebabkan adanya tekanan rendah di Australia, sehingga massa udara tertarik seluruhnya ke wilayah tersebut. (erv)