Natal
Tampubolon: Siapkan Kapal Cadangan
Berbagai persiapan terus dilakukan termasuk kesiapan armada, pasokan daging, dan pantauan kesehatan.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perayaan Hari Natal tinggal lima hari lagi. Berbagai persiapan terus dilakukan termasuk kesiapan armada, pasokan daging, dan pantauan kesehatan.
Untuk transportasi, Dinas Perhubungan Sulut mendirikan posko-posko mudik di tiap terminal. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Sulut Parlindungan Tampubolon, posko-posko ini akan memantau jalannya arus mudik dan arus balik. "Kita juga memeriksa kelaikan kendaraan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Tampubolon, Senin (19/12/2011).
Ia mengatakan, pihak dishub juga sudah menyiapkan satu unit damri cadangan, lima unit kapal laut. Kata dia, untuk kapal Pelni jadwalnya tidak berubah. "Untuk kapal laut tujuan pulau-pulau seperti Sangihe, Sitaro dan Talaud, kapal cadangan tersebut tanpa mengganggu jadwal keberangkatan setiap hari. Kapal itu disiapkan apabila terjadi lonjakan penumpang," ujar Tampubolon.
Soal transportasi udara, menurut Tampubolon, baru satu maskapai yang melapor akan ada penambahan penerbangan. "Baru Garuda Indonesia yang melapor ekstra flight," tutur Tampubolon.
Selain transportasi, masyarakat juga diminta untuk tidak khawatir terhadap pasokan daging. Kata dia, pasokan daging untuk Natal masih aman, begitu pun kesehatan ternak. "Daging sapi dan ayam yang berasal dari luar daerah harus ada surat keterangan bebas dari sakit," ucap Palenewen.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan ternak di pintu masuk Sulut. Nantinya, kata Palenewen, mereka juga akan bekerja sama dengan dinas kesehatan, serta beberapa instansi terkait. "Semua ternak yang masuk Sulut harus sehat," kata Palenewen.
Ditambahkannya, yang perlu diwaspadai adalah rabies. Kata dia, dari 15 sampel yang mereka teliti ternyata ada 3 yang terinfeksi rabies. Dikatakan Palenewen, daging anjing yang positif rabies, virusnya akan mati jika dimasak dengan suhu yang tinggi. "Bahayanya adalah ketika proses pemotongannya. Kalau orang yang potong anjing rabies itu ada luka, maka bisa dengan terjangkit rabies. Karena itulah kita terus melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan," jelasnya.
Terpisah, dr Jemmy Lampus Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan mengatakan, dinkes melakukan survey mengenai penyakit-penyakit yang berpotensi wabah. "Kita sudah siapkan proses pencegahan penyakit yang berpotensi wabah," kata Lampus.
Ia menambahkan, dinkes juga menyiapkan posko-posko kesehatan di terminal selama arus mudik dan arus balik. "Kami juga menyiapkan sistem rujukan ke puskesmas terdekat apabila ada kejadian yang tidak memungkinkan untuk ditangani di posko kesehatan," tandasnya.(aro)