Selebritis
Shanty Harmyn tak Sangka 'Sang Penari' Borong Empat Piala Citra
Film Sang Penari karya sutradara muda Ifa Isfansyah akhirnya terplih menjadi Film Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2011.
Tak hanya itu, film yang diproduksi secara bersinergi oleh Kompas Gramedia Production, Indika Pictures, Les Petites Lumieres, dan Lynx Films ini juga memenangkan tiga Piala Citra lain, masing-masing untuk Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita, dan Pemeran Pendukung Wanita terbaik.
Produser Sang Penari, Shanty Harmayn, masih tak menyangka jika film yang diangkat dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dengan latar zaman 1960-an itu bisa memborong empat Piala Citra. "Waduh, kalau bagi kami menjadi nominasi aja sudah suatu penghargaan yang besar. Kalau menang itu bonus," kata Shanty usai penganugerahan Piala Citra.
Sejak tiba di Hall D1 JiExpo, Shanty bersama Ifa, Salman Aristo (penulis skenario), dan para pemain Sang Penari --Prisia Nasution, Oka Antara, dan Dewi Irawan-- sama sekali tak memikirkan kemenangan meskipun tetap optimis jika film yang dirilis pada 10 November 2011 lalu tersebut akan banyak berbicara di ajang FFI.
"Kalau dibilang optimis, saya tidak berpikir apa-apa. Kosong, terus terang saja, enggak kepikiran, sekarang banyak film-film yang bagus-bagus," tekan Shanty.
Kemenangan ini, lanjut Shanty, tak lepas dari kerjasama tim produksi Sang Penari. "Karena tim yang ini semua, mereka kerja keras untuk karyanya. Jadi they deserve this."
Dengan raihan prestasi Sang Penari di FFI, Shanty berharap film Indonesia akan semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. "Motivasi ke depan, angka film Indonesia tidak turun. Upaya kita untuk memproduksi film yang berkualitas juga seharusnya seimbang dengan jumlah penonton Indonesia yang makin bertambah dan makin banyak pembuat film lagi dengan tema yang ragam," ujar Shanty. (kompas)