Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Smart Women

Arista Wowor: Tradisi Hias Pohon Natal di Awal Desember

Saat bulan Desember tiba kebanyakan umat Kristiani di seluruh dunia disibukkan dengan persiapan untuk menyambut hari Natal

Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: Andrew_Pattymahu
zoom-inlihat foto Arista Wowor: Tradisi Hias Pohon Natal di Awal Desember
IST
Dr Arista Fransisca Wowor bersama suami
Dr Arista Fransisca Wowor


Saat bulan Desember tiba kebanyakan umat Kristiani di seluruh dunia disibukkan dengan persiapan untuk menyambut hari Natal atau kelahiran Yesus Kristus. Pernak-pernik natal seperti pohon terang, lampu warna-warni selalu terlihat sebagai hiasan-hiasan rumah, belum lagu dengan kidung pujian yang ramai dikumandangkan. Seringkali bulan Desember disebut sebagai 'bulan keluarga', lantaran natal selalu menghadirkan sukacita keluarga dalam menyambut lahirnya juru selamat.

Semisal saja momen menghias pohon natal sudah menjadi tradisi bagi keluarga dokter berparas cantik satu ini. Arista Fransisca Wowor kepada Tim Edisi Minggu Tribun Manado menuturkan,  menghias christmas tree sudah dilakukannya bersama ayahanda dan ibunda  pada awal-awal bulan.

"Ini sudah menjadi kegiatan rutin keluarga selama bertahun-tahun. Semua anggota keluarga kumpul di rumah orangtua kami. Ada perasaan senang saat kegiatan ini dijalankan, kami bisa bekerjasama menghias pohon dan lampu-lampunya," ucap dokter yang kesehariannya bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan Langoan, Kabupaten Minahasa.

Istri tercinta dari pengacara Rommy Poli ini melanjutkan selain menghias pohon natal kegiatan rutin keluarga saban tahun selalu dilakukan dengan aksi sosial seperti memberikan bantuan ke panti-panti asuhan ataupun warga yang membutuhkan pertolongan. "Tahun kemarin kami melakukan kegiatan ini," katanya.

Momen natal 2011 Arista menuturkan keluarganya masih mempertimbnagkan kegiatan apa yang akan dilakukan. "Tahun ini berhubung dengan ayah saya akan selesai studi doktornya, jadi ini merupakan sukacita yang luar biasa yang Tuhan Yesus sudah berikan bagi kami. Kami tinggal pilih perayaan syukurnya dalam bentuk aksi sosial apa," tukas wanita berkulit putih kelahiran Manado 9 Mei 1983.

Sementara sehari menjelang perayaan natal 25 Desember, keluarganya selalu berziarah ke makam  untuk membawa bunga dan membersihkan kuburan. Katanya ini hanya tradisi saja dan bukan pemaknaan memperingati natal.

Nah, tepat di hari natal Arista bersama suami, ayah-ibu, dan kakak-adiknya selalu kompak ramai- ramai ke gereja untuk beribadah. Dirinya bertutur selalu memanjatkan doa kepada Tuhan agar ia dan keluarganya selalu dilindungi.

Seusai pulang dari tempat ibadah, keluarga ini akan menggelar open house, menunggu kerabat dan keluarga lain datang berkunjung ke kediaman mereka. "Kalau tanggal 26 baru giliran kami mengunjungi kerabat-kerabat atau orang Manado bilang mo pasiar," ucapnya tersenyum.

"Setiap peringatan natal selalu terasa spesial bagi kami. Apalagi sekarang saya sudah memperingati natal dengan suami tercinta jadi rasanya lebih spesial lagi. Kami berharap juga segera dapat momongan agar sukacita lengkap terasa," katanya sembari tersenyum.

Arista dan suaminya berpesan agar di momen natal ini umat Kristen khususnya yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) menjauhkan diri dari sikap konsumtif. Apalagi sampai memperingati hari suci ini dengan pesta pora cara mabuk-mabukan.

"Tuhan datang dengan cara sederhana, umatnya juga harus memperingati dengan cara sederhana. Tapi yang terpenting kita harus menjaga kekudusan bukan di momen natal ini saja tetapi setiap hari dan memaknai setiap waktu sebagai kelahiran Sang Juru Selamat." (andrewapattymahu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved