Natal
Stok Kebutuhan Pokok di Bitung Aman
Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Bitung menjamin ketersedian bahan pokok jelang Natal dan Tahun baru 2011.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Bitung menjamin ketersedian bahan pokok jelang Natal dan Tahun baru 2011. Hal ini sebagaimana yang diutarakan Sekretaris Disperindag Bitung Jorry Sakul. "Kesedian stok untuk hari Natal dan tahun baru 2011 cukup dan tidak ada masalah," kata Sakul kepada Tribun Manado diruang kerjanya, Jumat (9/12/2011).
Dijelaskannya keberadaan bahan pokok saayt ini relatif tidak ada kenaikan drastis melainkan ada sejumlah bahan pokok yang mengalami penurunan harga. "Tidak ada kenaikan ada yang turun harga seperti Kacang tanah dari Rp 19.000 jadi Rp 17.000, kacang hijau Rp 15.000 jadi Rp 14.000, dan Brenebon dari Rp 22.000 jadi Rp 18.000 per Minggu pertama Desember 2011," tuturnya.
Ia menilai penyebab turunnya harga karena permintaan terhadap barang tersebut berkurang sementara produksi lebih. "Untuk harga kebutuhan pokok pada minggu ke dua sementara di monitor," tambahnya. Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersedian bahan pokok Disperindag Bitung setiap minggu melakukan cek di lapangan di sejumlah pasar di Kota Bitung.
"Seperti di Pasar Girian dan Pasar Winenet serta kadang ke Ruko," kata dia. Lanjut Sakul saat ini yang mengalami permasalahan ialah minyak tanah. Terkait dengan aksi mogok para sopir kendaraan besar tidak berpengaruh terhadap barang-barang dan kebutuhan pokok. "Karena mereka bawa barang ke Manado," ujarnya.
Disperindag sendiri sebelumnya telah melaksanakan pasar murah pada tanggal 26 November lalu dan akan melaksanakan pasar murah lagi Minggu depan. "Pasar murah selanjutnya Rabu (14/12) nanti, difasiltasi oleh Disperindag Provinsi Sulut," katanya.
Dalam operasi pasar tersebut lebih difokuskan kepada umat Kristiani yang kurang mampu dalam mereka menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2012. "Dalam pasar murah akan ada mentega, terigu, gula, plus soft drink, dan minyak kepala," sebutnya.
Sebelumnya Gubernur Sulut SH Sarundajang menjamin ketersediaan stok kebutuhan pokok. "Masyarakat tidak perlu kuatir dengan kebutuhan karena ada 750 ribu ton beras, dan sejumlah produk pertanian, perikanan, dan pekebunan," kata Sarundajang.(crz)