Penerbangan
Jarak Pandang di Bandara Samrat Manado 500 Meter
Pada pukul 15.30- 16.00 jarak pandangnya hanya 500 meter.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Samrat Beatrix mengatakan jarak pandang di wilayah Bandara Sam Ratulangi pada saat hujan Fisibilitynya di bawah seribu meter, sehingga tidak aman untuk penerbangan.
"Pada pukul 15.30- 16.00 jarak pandangnya hanya 500 meter, sehingga hal itu warning bagi pesawat untuk landing maupun take of," ujarnya, Jumat (9/12/2011).
Beatrik menambahkan jarak aman untuk pesawat mendarat sebaiknya di atas seribu meter, sedangkan jika di bawah jarak tersebut sebaiknya tidak dilakukannya. Untuk itu ia selalu memberikan terbaru mengenai cuaca kepada pengelola bandara maupun maskapai. "Kami tidak berhak untuk menentukan dapat ditunda atau tidaknya terhadap penerbangan, namun hanya memberikan informasi saja," katanya.
Jarak pandang yang buruk di sekitar bandara terjadi karena adanya hujan disertai angin yang mengguyur hampir di sebagian besar wilayah Sulawesi Utara dengan intensitas yang bervariasi dari ringan sampai lebat, hal ini terjadi pada siang hingga malam hari.
Sedangkan untuk angin bertiup dengan kecepatan sekitar 10-30 knot atau 20-60 kilometer per jam yang bertiup dari barat ke timur. "Hal itulah yang menyebabkan jarak pandang di di bandara menjadi buruk," ungkapnya.
Hal ini terjadi karena adanya pola tekanan rendah di Samudera Pasifik sebelah selan. Filipina, sehingga massa udara berada di wilayah Sulut. Sedangkan untuk tinggi gelombang diperairan Manado antara 0,75-2 meter, sedangkan Sanger-Talaud. 1- 2 meter. (erv)