Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cooking

Lesehan Malioboro di Manado, Rasa Manis Gudeg Jogja-nya Lekat di Lidah

Mendengar nama 'Gudeg Jogja' mungkin masih terdengar asing di telinga pencinta kuliner di Sulawesi Utara.

Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Andrew Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Mendengar nama 'Gudeg Jogja' mungkin masih terdengar asing di telinga pencinta kuliner di Sulawesi Utara yang sudah identik dengan cita rasa asli Minahasa.  Anda pasti akan bertanya-tanya bagaimana rasa masakan asal Jawa ini, apakah akan pas di lidah 'orang Manado'?.

Wah, saya yakin setelah merasa masakan yang bahan dasarnya terbuat dari sayur nangka Anda akan merasa ketagihan, uhmm. Gudeg Jogja untuk pertama kalinya saya nikmati cita rasanya di Lesehan Malioboro Boulevard Manado atau tepatnya di Jalan Piere Tendean.

Tesktur asli Gudeg Jogja mempunyai bentuk yang begitu lembut kalau sudah masuk di mulut. Untuk pilihan toppingnya pun sedikit nyentrik sebut saja seperti kacang tanah yang dihaluskan, taburan gula merah, dan sayur dari daun ubi.

Sepiring Gudeg Jogja sudah tersedia di atas meja dengan cepat saya langusung melahapnya. Apalagi pada masakan tersebut terdapat irisan daging ayam dan buah mentimun sebagai penetral rasa.

Secara keseluruhan, masakan ini manis di lidah. Jangan khawatir kalau Anda sudah biasa menikmati masakan super hot spicy saya jamin Anda akan merasakan sensasi beda saat melahap kuliner Gudeg Jogja ini, walau memang secara keseluruhan rasanya manis di lidah.

Tidak sampai di situ, Bambang Sutopo sebagai Manager Lesehan Malioboro Boulevard ikut menghidangkan sepiring gado-gado dan nasi ayam lalapan. Sebenarnya perut sudah kenyang, tapi lantaran penasaran saya coba melahapnya.

Dua masakan yang sudah di kenal warga Manado ini punya cita rasa lain di bandingkan masakan serupa di gerai rumah makan kota ini. Ternyata kata Bambang mereka sudah meracik masakan ini dengan bumbu pilihan khas Lesehan Malioboro.

"Kami rasa makanan-makanan di sini berbeda sekali dengan rumah makan manapun. Kami punya konsep beda saat memasaknya," kata pria asli Surabaya ini  kepada Tim Edisi Minggu Tribun Manado Rabu lalu.

Sementara itu segelas jus advokat dan kelapa muda menjadi teman saya untuk membantu mencernakan masakan-masakan tadi. Rasa segar kedua jus ini masuk pelan ke tenggorokan.

Soal harga jangan khawatir. Harga di restaurant milik Lanny Kandou ini rata-rata hanya berkisar Rp 20 ribu. (andrewapattymahu)

Suasana Romantis

Seperti nama restaurantnya, pengunjung yang datang ke tempat ini bisa menikmati masakan favorit mereka dengan cara duduk melantai. Suasananya pun kalau malam hari di buat pengelolah seromantis mungkin, dengan tata pencahayaan yag tidak terlalu terang. Ada beberapa pondokan untuk mendukung suasana ini.

Lesehan Maliobro Boulevard merupakan rumah makan favorit tamu yag menginap di Hotel Prince Boulevard dan Hotel Boulevar. Ketiga tempat usaha ini pemiliknya yakni Lanny Kandou.

Selain itu anda bisa menikmati fasilitas wi-fi secara gratis. Kalau Anda yang mempunyai suara merdu, di tempat ini tersedia sarana untuk ber-karaoke ria.

Nah nunggu apalagi, ayo ajak teman, keluarga, atau kerabat dekat Anda menikmati hidangan di Lesehan Malioboro Boulevard. "Kami jamin anda akan merasa puas," tutur Lanny Kandou.(dru)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved