Keuangan
Perhatian Kini Juga Mengarah ke Spanyol
Hasil riset Indosurya Securities menyatakan, pergerakan nilai tukar Rupiah berdasarkan kurs tengah BI yang melemah di level Rp 9.055 per dollar AS
Ini menunjukkan kondisi ekonomi Spanyol semakin memburuk. Hasil voting menunjukkan, bahwa 53 persen anggota Parlemen Spanyol menyatakan membutuhkan dana bailout sehingga membuat pelaku pasar menjadi sangat pesimis.
Tak terkecuali Italia di mana ekonominya diestimasi hanya akan tumbuh 0,1 persen di 2012, lebih rendah dari prediksi pemerintah setempat yaitu 0,6 persen.
Pasar juga masih fokus pada komentar Presiden ECB, Mario Draghi, di hadapan Kongres Perbankan Eropa yang menginginkan implementasi dana European Financial Stability Facilty (EFSF) sesegara mungkin akibat tingginya risiko penurunan pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa.
Pasar pun juga masih menunggu kelanjutan perbedaan pendapat antara Presiden Sarkozy dengan Kanselir Merkel soal peranan ECB dalam mengatasi krisis utang Eropa.
"Perancis menginginkan ECB mencetak uang baru untuk melakukan pembelian surat utang negara Eropa sementara Jerman menginginkan pengetatan fiskal seperti yang sudah berjalan selama ini," kata Managing Research Indosurya Securities, Reza Priyambada, Senin (21/11/2011).
Pada perdagangan ini Reza memperkirakan IHSG akan berada pada support 3.717-3.736 dan resistance 3.783-3.810. IHSG membentuk double black candle dimana sebelumnya membentuk dragonfly doji.
Posisi menyentuh middle bollinger bands. MACD bergerak tipis setelah death cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic cenderung menjauhi area overbought.
"Situasi pasar yang belum sepenuhnya berada dalam kondisi positif membuat pergerakan IHSG tertahan. IHSG akan bergerak flat dan cenderung tipis," pungkas Reza.