Perikanan
Pendapatan Hasil Laut Nelayan Liktim Turun Drastis
Penggunaan dinamit sebagai bahan peledak diakui nelayan membuat ikan menjauh sehingga hasil tangkap nelayan menurun drastis.
Penulis: Fransiska_Noel | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, LIKUPANG - Aliansi nelayan Minahasa Utara mengeluhkan kegiatan peledakan Bukit Tokatindung yang diduga dilakukan oleh satu perusahaan pertambangan. Menurut mereka, kegiatan ini mulai mengganggu aktivitas melaut nelayan yang ada di Likupang Timur.
Penggunaan dinamit sebagai bahan peledak diakui nelayan membuat ikan menjauh sehingga hasil tangkap nelayan menurun drastis.
Ketua aliansi nelayan Minut Hisbulah Sahibu kepada Tribun Manado, Kamis (17/11) mengatakan, hampir setiap hari selalu ada peledakan menggunakan dinamit. "Mereka gali bukit lalu taruh dinamit. Saat meledak membuat getaran kuat yang membuat ikan menjauh sehingga membuat nelayan merugi," ujarnya.
Hisbulah mengatakan, dalam sehari nelayan bisa memperoleh ikan sampai 12 ton, saat ini hanya tinggal 8 ton saja sejak ada peledakan menggunakan dinamit.
Hisbulah berharap permasalahan ini bisa mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten Minut. "Kalau seperti ini nelayan bisa dirugikan terus," keluhnya. (ika)