Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minyak Tanah

Damis: Pemerintah Harus Konsisten

Ya.. seharusnya pemerintah harus konsisten dengan apa yang mereka ucapkan, sehingga ada kepercayaan publik

Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Masih banyaknya warga yang mengantre untuk mendapatkan minyak tanah, dan melambungnya harga hingga mencapai Rp 13 ribu menunjukkan pemerintah tidak konsisten dengan ucapannya, Kamis (17/11/2011).

Demikian dikatakan Pengamat Pemerintahan Fisip Unsrat Mahyudin Damis. "Ya.. seharusnya pemerintah harus konsisten dengan apa yang mereka ucapkan, sehingga ada kepercayaan publik," ujarnya.

Damis mengungkapkan hal ini sama halnya dengan mengalihkan kejengkelan publik. Seharusnya kebijakkan yang diambil oleh pemerintah jangan terkesan bimbang, mengenai pangkalan minyak tanah.

Saat ini pangkalan memang sulit mengikuti aturan, yaitu harus menjual minyak tanah sesuai HET Rp 3000, karena situasi memang memungkinkan dapat keuntungan lebih.

Seharusnya kalau pemerintah memang serius membawa masyarakat ke masa transisi atau masa peralihan dari minyak tanah ke elpiji dari sejak awal melakukan pengontrolan dengan menempatkan petugas di pangkalan. "Jadi, jangan hanya berpikir untung semata," ungkapnya.

Hal ini karena mengubah kebiasaan masyarakat memang butuh biaya, apalagi kalau dipaksakan. "Harusnya lebih manusiawi dong mengeluarkan kebijakan. Bukankah negara sudah diuntungkan puluhan triliun selama konversi dilakukan," katanya.

Dengan melakukan pembiaran seperti ini, justru memancing para spekulan mencari keuntungan. Sebab situasi ekonomi sulit seperti sekarang ini bisa saja dimanfaatkan para spekulan yang tidak bertanggung jawab.

"Kehadiran spekulan ini lebih mempersulit masyarakat dalam endapatkan minyak tanah," ungkapnya. (erv)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved