Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minyak Tanah

ARB: Rakyat Bitung Belum Siap Gas

Aliansi Rakyat Bitung (ARB) akan melakukan protes kebijakan sumber energi minyak tanah.

Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Budi Susilo


TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG
- Elemen masyarakat Bitung yang tergabung dalam wadah kesatuan Aliansi Rakyat Bitung (ARB) akan melakukan protes kebijakan sumber energi minyak tanah.

Koordinator Lapangan Aksi, Rocky Oroh, menjelaskan, aksi unjuk rasa adalah protes kebijakan pemerintah dan pertamina mengenai konversi minyak tanah ke gas.

"Sekarang mau diterapkan di Bitung. Padahal secara sosiologis warga Bitung masih belum siap," ungkapnya kepada Tribun Manado, Rabu (16/11/2011).

Aksi unjuk rasa yang akan dilakukan adalah murni gerakan dari rakyat seluruh Bitung dan sekitarnya, mencoba untuk menggugat konversi gas.

"Ada apa ini, kebijakan yang aneh sekali. Tidak masuk akal, membuat derita masyarakat kecil nelayan tradisional," tegasnya.

Pria kelahiran Minahasa ini menambahkan, ketergantungan masyarakat akan minyak tanah sudah membudaya. Pencabutan distribusi minyak tanah secara sempihak adalah cerminan penguasa yang otoriter.

"Sudah salah jalan. Biarkan rakyat memilih mana yang terbaik. Lepas minyak tanah dan gas Elpiji dipasarkan bersama-sama," kata Oroh.

Rencananya agenda unjuk rasa mimbar bebas akan diselanggarakan Kamis 17 November 2011, pagi hari. Kegiatan aksi protes ditujukan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Bitung, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bitung dan Pertamina wilayah Bitung.

"Kami akan memulai dari depan depot Pertamina Bitung jam 8 pagi," ungkap Oroh.(bdi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved