KEK Bitung
Deprov: Bitung Koridor Ekonomi Indonesia
Ditetapkannya Kota Bitung menjadi simpul utama pengembangan program ASEAN Connectivity merupakan kebanggan bagi Sulut.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO ‑ Ditetapkannya Kota Bitung menjadi simpul utama pengembangan program ASEAN Connectivity merupakan kebanggan bagi Sulut.
"Bitung itu memang disiapkan untuk KEK (kawasan ekonomi khusus) sekaligus juga koridor ekonomi di Indonesia," kata Sekretaris Provinsi Sulut, Rachmat Mokodongan, Selasa (15/11).
Seperti diwartakan, pertemuan delegasi senior negara‑negara anggota ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke‑19, di Denpasar, Senin (14/11) malam, memutuskan dan menunjuk Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara menjadi pusat lalu-lintas perekonomian kawasan Asia Tenggara. Program ini diharapkan mulai berjalan mulai tahun 2015.
Itulah sukses pertemuan para Pejabat Senior ASEAN kemarin. ASEAN merumuskan program besar sampai dengan tahun 2015, dan penyatuan secara menyeluruh area antarnegara sampai dengan tahun 2025, menyetujui adanya keterhubungan lalu-lintas melalui area‑area yang saling berdekatan dengan pendekatan perekonomian.
Kota Bitung menjadi satu lintasan penting terjalinnya hubungan tak terputus di kawasan ASEAN. Menurut Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Djauhari Oratmangun, Kota Bitung, menjadi simpul utama pengembangan program ASEAN Connectivity yang sudah harus berjalan sesuai rencana pada tahun 2015, dengan ASEAN Economic Connectivity.
Rachmat Mokodongan mengaku, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat gembira dengan penetapan ini. Karena, kata dia, ini bisa mewujudkan visi Pemprov Sulut. "Visi kita menjadi pintu gerbang Asia Pasifik semakin cerah," ujar Mokodongan.
Mengenai infrastruktur pendukung, Mokodongan mengatakan, hal tersebut merupakan sinergitas pemerintah pusat, pemerintah provinsi, termasuk Pemerintah Kota Bitung. Ketiganya harus mempersiapkan infrastrukturnya.
"Jadi kita bagi, mana kewenangan provinsi, mana kewenangan pemerintah pusat, dan mana kewenangan kota. Kita bersinergi nanti bersama‑sama membangun Bitung menjadi seperti yang kita harapkan," tutur Mokodongan.
Ketua Komisi III DPRD Sulut yang membidangi Ekonomi dan Pembangunan, Sherpa Manembu mengatakan, penetapan ini sangat menguntungkan bagi Sulut, terlebih khusus bagi Kota Bitung. Kata dia, nilai ekonominya akan menjadi tinggi. "Dan ini kita semua harus mendukungnya," ucap Manembu.
Ditambahkannya, pemerintah secara bersama‑sama harus menyiapkan infrastruktur pendukung yang sesuai dan terbaik. Menurutnya, jangan sampai infrastrukturnya memalukan. "Ini kan sudah tingkat internasional, kalau jelek kita juga kan yang malu," katanya.
Tak hanya itu, menurut Manembu, masyarakat juga harus ikut mendukung. Kata dia, masyarakat harus menjaga stabilitas Kota Bitung, karena jika aman makan peluang investasi juga semakin besar.
"Jadi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, masyarakat juga harus bersama‑sama untuk mewujudkan Sulut sebagai pintu gerbang Asia Pasifik di Indonesia Timur," tandasnya.(aro)