Breaking News:

Bisnis dan Ekonomi

Konstruksi Jaring Laba - laba Kokoh Meski Gempa

Contohnya ketika terjadinya gempa yang cukup kuat yang mengakibatkan Tsunami di Provinsi Aceh.

Laporan Wartawan Tribun Manado Kevrent Sumurung

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jaring laba-laba sendiri pertama kali ditemuka oleh Ir Sutjipto dan Ir Ryantori dan dipatenkan oleh PT Katama Suryabumi. Menurut Haris Muharman ST, Enginering PT Katama Suryabumi, pondasi ini ketika ada gempa, bangunan tetap berdiri kokoh.

"Contohnya ketika terjadinya gempa yang cukup kuat yang mengakibatkan Tsunami di Provinsi Aceh pada tanggal 26 Desember 2004. Pada bencana alam tersebut, ada beberapa bangunan yang tetap berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik seperti Gedung Taspen dan Jiwasraya Banda," kata Haris, Senin (15.

Pada saat gempa di aceh, 56 gedung yang menggunakan pondasi sarang laba-laba masih berdiri kokoh dan fungsikan sedangkan gedung fondasi lain runtuh. Di padang 119 gedung pada saat kena gempa tidak ada yang runtuh. Kita ramah gempa. Konsepnya diatas kapal jadi kalau kena gempa bergoyang saja gedungnya.

Sistem ini ditemukan oleh Ir Ryantori dan Ir Sutjipto tahun 1976 dengan hak paten no 7191 dan mulai diterapkan di proyek tahun 1978 sampai saat ini. “Sekarang telah digunakan pada 1000 lebih bangunan,” ucapnya. Di Manado sendiri, kontruksi tersebut digunakan pada pembangunan gedung baru yang ada di RSUP Prof Kandou Malalayang.

Dijelaskannya, pondasi sistem kontruksi sarang laba-laba ini merupakan pondasi bawah konvensional yang kokoh dan ekonomis, dimana sistem ini adalah kombinasi antara siatem pondasi plat beton pipih menerus dengan sistem perbaikan tanah. Kombinasi ini berakibat adanya kerjasama timbal balik saling menguntungkan. Sistem pondasi ini memiliki kekakuan(rigidity) jauh lebih tinggi atau baik dan bersifat monolit bila dibandingkan dengan sistem pondasi dangkal lainnya.

“Karena plat konstruksi pada sarang laba-laba dapat bekerja dengan baik terhadap beban-beban vertikal kolom, bila ditinjau dari perbandingan penurunan dan pola keruntuhan. Pondasi ini juga berfungsi sebagai penyebar tegangan atau gaya yang bekerja pada kolom.dimana pasir,tanah sebagai pengisi dipadatkan dan berfungsi untuk menjepit rib-rib konstruksi terhadap lipatan dan punter,” jelasnya.

Secara empiris, pondasi ini sudah teruji. Bahkan sudah mendapatkan penghargaan dari sejak tahun 2007 sampai 2009 dari Kementerian PU, Kementerian Ristek. Pengharagaan Presiden yaitu Upakarti sebagai karya cipta teknologi anak bangsa. (kev)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved