Minyak Tanah
Jatah Pangkalan Minyak Tanah Minahasa Dikurangi 50 Persen
Pemilik pangkalan minyak tanah di Minahasa mengatakan, jatah bulanan minyak tanah telah berkurang sampai 50 persen.
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Pemilik pangkalan minyak tanah di Minahasa mengatakan, jatah bulanan minyak tanah telah berkurang sampai 50 persen. Lenda Lumentah, pengelola pangkalan minyak tanah di Desa Lowian, Kecamatan Langowan Barat mengatakan, biasanya jatah minyak tanah perbulan untuk pangkalan tersebut adalah 5.000 liter, atau satu mobil tangki. Namun pengiriman yang dilakukan Kamis (10/11/2011), jatah minyak tanah yang diterimanya hanya setengah tangki, atau 2.500 liter.
"Tadi mobil tangki telah datang, namun kami kaget karena jatah untuk pangkalan kami hanya setengah dari angka biasanya. Menurut sopir mobil tangki tersebut, setengah tangki sisanya akan dibawa ke pangkalan minyak tanah di daerah Noongan," ujarnya.
Lenda menambahkan, pihaknya telah menanyakan alasan pengurangan jatah minyak tanah untuk pangkalan pada agen penyalur minyak tanah. Jawaban yang diterimanya adalah para agen juga telah mengalami pengurangan jatah oleh PT Pertamina.
Kendati hanya menerima setengah dari jatah minyak tanah, Lenda mengatakan, pihaknya tetap menjual minyak tanah dengan harga normal. Menurutnya, sampai saat ini PT Pertamina belum menaikkan harga eceran tertinggi minyak tanah. Satu liter minyak tanah dijual seharga Rp 3.300, sesuai dengan harga eceran tertinggi di daerah tersebut.
Berdasarkan pantauan Tribun Manado, walau dibawah guyuran gerimis, puluhan warga nampak antre menunggu galonnya diisi minyak tanah. Panjang antrean galon saat itu mencapai sekitar 10 meter.
Rudi M, warga Langowan Selatan yang antre membeli minyak tanah mengatakan, saat ini bahan bakar untuk memasak ini sangat langka. Menurutnya, dari sekitar enam pangkalan minyak tanah di daerah tersebut, hanya pangkalan minyak tanah di Desa Lowian yang masih memiliki persediaan.
"Saya sudah keliling di beberapa pangkalan minyak tanah, namun semuanya habis. Saya harus mengantre di sini agar mendapat minyak tanah," ujarnya.
Kondisi serupa juga terlihat di Kecamatan Tompaso. Berdasarkan pantauan Tribun Manado, sekitar tujuh pangkalan minyak tanah di daerah tersebut tidak memiliki persediaan. Menurut warga, kondisi ini terjadi hampir seminggu terakhir. (luc)