Seminar Nasional
Pembangunan Ekonomi Nasional Menguatkan Konektivitas
Sebuah strategi yang ditempuh dalam mempercepat dan perluasan pembangunan ekonomi nasional
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida S Alisjahbana, secara resmi membuka acara Seminar Diseminasi produk-produk perencanaan Kementrian PPN/ Bappenas dengan tema infrastruktur pelabuhan, Interconnectivity dan potensi ekonomi Indonesia.
Armida mengatakan, sebuah strategi yang ditempuh dalam mempercepat dan perluasan pembangunan ekonomi nasional dengan mengedepankan penguatan konektivitas nasional. "Pendekatan ini pada intinya merupakan integrasi dari pendekatan sektoral dan regional,"katanya melalui rilis yang diterima Tribun Manado, Kamis (3/11/2011).
Ia menambahkan, ada tiga prinsip konsep konektivitas yakni, memaksimalkan pertumbuhan melalui kesatuan kawasan, bukan keseragaman dengan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan. Kemudian memperluas pertumbuhan melalui konektivitas wilayah-wilayah melalui intermodal suplay chain system yang menghubungkan hinterland dan tertingal dengan pusat-pusat pertumbuhan.
"Ketiga mencapai pertumbuhan inklusif dengan menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur dan pelayanan dasar dalam mendapatkan manfaat pembangunan," ujarnya.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementrian PPN/Bappenas, Dedy S Priatna mengatakan, dalam memperkuat konektivitas nasional perlu optimalisasi tiga hal yakni, sinkronisasi dan integrasi transportasi, logistik, ICT, dan pengembangan koridor atau KEK atau klaster industri. Kemudian pengembangan upaya-upaya debottlenecking melalui reformasi kebijakan dan regulasi.
"Lalu terakhir peningkatan produktivitas prasarana yang tersedia. tidak kalah pentingnya adalah pembangunan infrastruktur baru berupa pengembangan proyek-proyek konektivitas yang terintegrasi dengan kebutuhan industri serta pembangunan proyek-proyek debottlenecking," ucap Dedy.
Dalam seminar tersebut, turut hadir Anggota Komisi XI DPR RI, Edwin Kawilarang, Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino, Gubernur Sulut, Sinyo Hary Sarundajang, dan beberapa pejabat Pemprov Sulut. Kawilarang mengatakan, sejauh ini pembangunan masih terkosentrasi di palau jawa saja, sementara Indonesia Timur sangat berpotensi menjadi pertumbuhan baru Indonesia, masih sangat rendah. (def)