Kereta Api
Sistem Baru, Tiket Kereta Kacau
Sistem baru yang belum siap dipakai dinilai memicu kekacauan penjualan tiket kereta api.
Sejumlah penumpang kereta itu menyatakan, bukan hanya dua tiket, beberapa kursi terpesan oleh tiga calon penumpang sekaligus. Mereka pun lantas mencari kursi lain yang kosong sehingga lokasi tempat duduk kacau.
Kekacauan kian bertambah saat kereta tiba di Stasiun Purwakarta dan Stasiun Cikampek karena ada penumpang lain yang naik. Belasan calon penumpang protes, beberapa lainnya memilih membatalkan perjalanan karena tidak kebagian tempat duduk.
Radis, penanggung jawab perjalanan kereta, menduga penggantian sistem penjualan tiket memicu hal itu. Radis memperkirakan, ada ratusan calon penumpang yang memegang tiket ganda. Kepada mereka, dia memberi pilihan, membatalkan perjalanan dengan kompensasi uang kembali atau melanjutkan perjalanan dengan tarif kereta bisnis meski tak dapat tempat duduk.
"Sistem (penjualan tiket) itu baru akan di-launching. Entah kesalahan ada pada sistemnya atau operator di masing-masing loket penjualan yang belum menguasai. Yang jelas, tugas saya menjamin perjalanan," tutur Radis.
Kereta Api Harina membawa tiga gerbong eksekutif dan dua gerbong bisnis. Tarif perjalanan kereta eksekutif jurusan Bandung-Semarang mencapai Rp 145.000. Pada perjalanan akhir pekan, Jumat malam hingga Minggu malam, kursi-kursi kereta biasanya dipenuhi penumpang.
Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi II Bandung, Bambang Setyo Prayitno menyatakan, pihaknya menyesalkan kejadian itu. Namun, teknologi informasi tengah memperbaiki sistem agar bisa segera berfungsi normal.
Menurut Bambang, reservasi ganda terjadi karena sistem baru belum sesuai harapan. Sistem ini memungkinkan calon penumpang bisa memantau sisa kursi dan memesan secara online.