Simoncelli Meninggal Dunia

Rambut Kribo Bisa jadi Penyebab Lepasnya Helm Simoncelli

KEMATIAN pembalap asal tim Honda Gresini, Marco Simoncelli di sirkuit Sepang, Malaysia (23/10/2011) masih menyisakan misteri,

Rambut Kribo Penyebab Lepasnya Helm Marco Simoncelli
NET
Marco Simoncelli

TRIBUNMANADO.CO.ID - KEMATIAN pembalap asal tim Honda Gresini, Marco Simoncelli di sirkuit Sepang, Malaysia (23/10/2011) masih menyisakan misteri, terutama dari aspek keselamatan. Banyak pihak yang mulai meragukan kapasitas maksimal keamanan piranti penting seperti helm dan kostum yang dikenakan setiap rider saat melaju di lintasan.

Beberapa pihak menilai, sudah saatnya otoritas MotoGP melakukan terobosan mendasar dengan menganalisis kembali teknologi bentuk dan komposisi helm, baju pengaman, celana, sampai pelindung lutut serta sarung tangan.

Di sisi lain, ada juga pihak yang menilai penyebab meninggalnya pebalap berusia 24 tahun itu karena kesalahannya sendiri. Seperti dirilis Gazzetta.it, Selasa (25/10/2011), banyak pihak menyorot helm Super Sic yang lepas sebagai penyebab paling krusial. Ada dua kesalahan fatal yang dinilai menjadi faktor 'pendukung' lepasnya hel tersebut, yakni 'kontur' dan kebiasaan Super Sic dengan rambutnya yang kribo, plus tidak adanya saluran pengaman yang menghubungkan antara punggung, leher dan kepala bagian belakang.

Semua itu membuat cengkraman helm tidak maksimal, dan masih membuat ruang kosong di dalam, sehingga ada kelonggaran. Analisis yang dilakukan Gassetta.it  mengungkapkan, karakter helm buatan AGV yang digunakan Simoncelli punya daya lengket yang luar biasa terhadap kepala.

Namun semuanya tidak berjalan maksimal andai saja ada faktor yang berada di luar kemampuan si helm sendiri, terutama bentuk rambut. Rambut ini sangat penting, karena lapisan di bagian atas, yang bersentuhan dengan rambut, punya daya tekan maksimal untuk tidak memberi ruang kosong di helm. Sayang, hal itu sia-sia jika sang pemakai memiliki rambut gondrong yang cenderung kribo.

Karakter rambut kribo tersebut selalu memberi ruang kosong di dalam helm, yang mengakibatkan tingkat kelicinan di seluruh struktur helm, menjadi lebih tinggi. Terkait kasus yang menimpa Simoncelli, sebenarnya AGV sebagai produsen penyedia helm bagi beberapa pebalap, sudah mendapat setting yang pas.

Helm ini sudah dirancang khusus dan disesuaikan dengan kepala pembalap. AGV sebagai produsen helm asal Italia sudah pasti mendapat sertifikasi dari FIM untuk digunakan dalam balapan, artinya helm tersebut sangat memenuhi persayaratan dalam hal kekuatan dan keamanan.

Di situs AGV, sang produsen merancang helm menggunakan bahan Super Super Light, serta konstruksi dari Kevlar sebagai material yang kuat namun ringan. Kevlar dikenal sebagai bahan rompi anti peluru.

Bagian dalam berbahan khusus fabric cool wax dan neckroll. Tali pengikat dirancang dengan Shield Mechanism XQRS alias Extra Quick Release System. Namun seperti yang ada di Gazzetta.it, faktor rambut sang pembalap yang bisa licin, memberi ruang untuk lepas tatkala bertabrakan secara frontal atau keras.

Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved