Donor Darah
Aston Hotel Manado Kumpulkan 51 Kantong Darah
Kepedulian jajaran manajemen Aston Hotel Manado terhadap sesama patut diacungi jempol.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepedulian jajaran manajemen Aston Hotel Manado terhadap sesama patut diacungi jempol. Untuk keempat kalinya dalam setahun atau agenda rutin tiap 3 bulan, Aston menggelar kegiatan sosial donor darah bertempat di Ruangan Aster Lantai 2 Aston Hotel Manado, Selasa (25/10/2011)
Aksi sosial dengan tema 'Blood For Life' yang terbuka untuk umum telah berhasil mengumpulkan 51 kantong darah yang langsung diserahkan ke Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Sulut.
Public Relation Aston Manado Olivia Gaghansa, mengatakan aksi sosial dimulai pukul 09.30 Wita sampai 14.30 Wita, bekerja sama dengan Frisian Flag dan Panin Bank. "Pemberian produk susu gratis dari Frisian Flag dan beras lima kilogram dari Panin Bank diberikan pada pendonor," ungkapnya
Ditambahkannya, sejak tadi pagi aksi donor darah telah dilakukan instansi dari TNI AL, Kelurahan Pinaesaan, PNS, karyawan Aston Hotel Manado dan beberapa warga lainnya yang datang mendonorkan darah bahkan ada yang sudah menjadi langganan untuk mendonorkan darahnya.
Panti Patilou (26) seorang pendonor darah, mengatakan baru kali ini mendonorkan darahnya. Dia mengaku cukup senang bisa mendonorkan darahnya apalagi darahnya bisa di pakai oleh orang yang nantinya membutuhkan. Golongan darah saya O, semoga bisa bermanfaat," ujarnya.
Dr Sonny Pasuhuk Mkes, dokter transfusi darah PMI Sulut, mengatakan darah yang telah didapat akan didistribusikan ke rumah sakit yang ada di wilayah Manado dan sekitarnya setelah melalui pemeriksaan laboratorium.
Kata dia, stok darah yang ada di PMI Sulut masih stabil, dari jumlah kebutuhan rata-rata 1.500 kantung darah per bulan, alami penurunan menjadi 1.200 kantung per bulannya.
"Stok darah stabil, tergantung dari kegiatan donor keluar, kadang kala ada juga keluarga pasien harus cari stok darah sendiri," jelasnya
Diakuinya, masih banyak juga keluarga atau pasien itu sendiri belum memahami akan pembayaran dari kantung darah. Darah didonorkan sendiri dan darah dari PMI tetap pembayarannya sama. "Darahnya tidak dibayar, tapi biaya pengganti pengolahan darah (bppd) yang dibayarkan," ungkapnya.
Untuk proses miliki empat pemeriksaan sesuai standard WHO yaitu darah bebas penyakit infeksi HIV AIDS, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sipilis. Walaupun miliki kesamaan golongan darah semisalkannya darah A pasien dan darah A donor, belum tentu bisa cocok.
"Bila terjadi reaksi negatif akan membahayakan pasien, untuk itulah dilakukan pemeriksaan kembali laboratorium," ujarnya. (obi)