Breaking News:

Bencana

Rehabilitasi Pascabanjir Kabupaten Mitra Dikaji BNPB

Mudah‑mudahan bisa diproses. Apalagi yang baru dijawab BNPB adalah dana bencana alam Gunung Soputan

Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO ‑ Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara, hingga kini masih menunggu jawaban proses pengajuan dana rehabilitasi pasca banjir yang melanda empat desa 3 Agustus 2011 lalu.

"Berapa besar anggaran rehabilitasi yang kami usulkan, saya tidak tahu persis karena ditangani langsung Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mitra. Tapi prosesnya sudah kami sampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan masih dikaji," kata Wakil Bupati Kabupaten Mitra, Djermia Damongilala, di Manado, Kamis.
     
Dia berharap, bila dana rehabilitasi pasca banjir diproses BNPB, dana tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan rumah warga, daerah aliran sungai atau perkebunan yang hancur dilanda banjir.
     
"Mudah‑mudahan bisa diproses. Apalagi yang baru dijawab BNPB adalah dana bencana alam Gunung Soputan," katanya.
     
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, Hoyke Makarawung, Pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara bersama‑sama dengan BPBD Sulut telah mengusulkan kepada BPBD agar mengalokasikan anggaran pascabanjir.
     
"Kami sudah merekomendasikannya. Tinggal menunggu prosesnya bagaimana," kata Makarawung.

Dia berharap, bila usulan dana ke BNPB dijawab, pembangunannya harus direncanakan baik. Apalagi, empat desa yang dilanda banjir tersebut adalah daerah rentan.
     
"Beberapa tahun terakhir banjir sering melanda empat desa tersebut. Dikhawatirkan bila tidak direncanakan dengan baik, pembangunannya akan sia‑sia. Banjir datang, bangunan rusak lagi," harapnya.
     
Banjir akibat meluapnya Sungai Makalu di Kecamatan Pusomaen, kabupaten Mitra memporak‑porandakan empat desa di Kecamatan Pusomaen. Di Desa Makalu, rumah yang hanyut sebanyak 14 rumah, rusak berat sebanyak 47 rumah dan rusak ringan sebanyak 58 rumah.
     
Di Desa Makalu Selatan, dua rumah hanyut, 19 rumah rusak berat dan 164 rumah rusak ringan.
     
Begitupun di Desa Tatangesan I, sebanyak dua rumah hanyut, 11 rumah rusak berat dan 201 rumah rusak ringan. Sedangkan di Desa Tatangesan sebanyak satu rumah.

Selain merusak permukiman dan rumah warga, banjir juga merusak areal pertanian warga seluas 35,5 hektare dan menghanyutkan ternak warga. (antara)

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved