Pelayanan Publik
Warno Keluhkan Meter Listrik di Perumahan Griya Bintang Mas Dicopot
Sejak sebulan lalu meteran listrik rumah saya dan sekitar 50 rumah lain diambil PLN
Penulis: Fransiska_Noel | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Warno, warga Perumahan Griya Bintang Mas Blok C1 kelurahan Matungkas kabupaten Minahasa Utara mengeluh karena sudah sejak sebulan lalu meter listrik yang ada di rumahnya dicopot pihak PLN. Ternyata Warno tidak sendiri bersamanya ada sekitar 50 kepala keluarga di blok C yang dicopot meteran listriknya.
"Sejak sebulan lalu meteran listrik rumah saya dan sekitar 50 rumah lain diambil PLN katanya ada masalah dengan pembayaran listrik oleh pihak pengembang," keluhnya.
Yang disesalkan Warno, sejak menempati rumah sekitar tahun 2006 silam, pihak pengembang menjanjikan ketersediaan 100 persen listrik dan air. "Awalnya masuk listrik dan air memang ada, tapi sekarang kenyataannya tidak demikian," ujarnya.
Warno mengaku bingung dengan sikap pengembang yang terkesan tidak profesional. "Kalau meteran dicopot karena tidak bayar listrik salah siapa? Sejak awal saya dan puluhan rumah lain tidak diberikan rekening listrik untuk membayar," tuturnya.
Warno sudah pernah mengeluhkan hal ini ke pihak pengembang dalam hal ini pemilik CV Putra Bintang, Nelson Onel Dumais. "Dirinya sudah menyanggupi setelah sebulan dicopot meter listrik akan dipasang kembali tetapi mana, sampai sekarang tidak jelas," ujarnya.
Akibat kondisi ini, Warno mengaku sangat kesulitan. "Akhirnya untuk dapat listrik saya harus menyambung dari kabel listrik rumah lain yang sudah punya listrik. Belum lagi dengan tidak adanya rekening listrik membuat susah untuk mengurus keperluan lain," keluhnya.
Ternyata bukan hanya masalah listrik yang dikeluhkan Warno tetapi juga soal ketersediaan air bersih. "Sekarang air hanya mengalir dua hari sekali, padahal dulu pengembang janjikan ketersediaan air setiap hari. Saya minta pengembang bertanggung jawab dengan kondisi ini," tegasnya.
Kebohongan pihak pengembang makin sempurna dengan kondisi jalan menuju blok C yang rusak. "Katanya saat menempati rumah jalan sudah dipaving, ternyata hanya dusta mereka saja," ujar Warno. (ika)