Aktivitas Gunung Lokon
Lokon Semburkan Abu Setinggi 400 Meter
Gunung Lokon kembali menunjukkan peningkatan aktivitas dari pusat Kawah Tompaluan.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Gunung Lokon kembali menunjukkan peningkatan aktivitas dari pusat Kawah Tompaluan, Sabtu (15/10). Ini ditandai dengan masih terjadinya letusan abu vulkanik yang didahului dengan kegempaan signifikan baik vulkanik maupun tremor.
Farid Bina, Kepala Pos Pemantau Gunung Lokon mengatakan sekitar pukul 02.23 Wita terjadi letusan abu vulkanik dari pusat aktivitas Kawah Tompaluan, dengan ketinggian sekitar 400 meter. "Letusan hanya mengeluarkan abu vulkanik saja, tak material lainnya yang membahayakan," jelasnya kepada Tyribun Manado, kemarin.
Meski terjadi letusan, namun tak mengganggu aktivitas warga, sebab abu yang dimuntahkan segera hilang tertiup angin ke arah Utara di wilayah hutan, tak memberi dampak langsung ke lokasi penduduk. "Status Gunung Lokon masih tetap siaga (level III) dengan radius bahaya 2,5 Km. Jadi masyarakat diminta untuk tetap berhati-hati, jangan beraktivitas dalam radius bahaya, sangat berpotensi mengancam keselamatan," tegasnya.
Supply energi, menurut Farid masih terus terjadi kendati tak signifikan lagi seperti yang terjadi sebelumnya dimana melebihi seratus kali. "Gempa vulkanik ada, tapi tidak banyak. Begitupun dengan gempa tremor yang mengindikasikan adanya supply energi, amplitudonya hanya satu hingga empat milimeter saja," tuturnya.
Jack Budiman, warga Kinilow I yang sempat diungsikan saat Gunung Lokon meletus besar beberapa waktu lalu berharap informasi aktivitas gunung tetap disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, agar tak ada yang panik. "Pemerintah dan instansi terkait lainnya harus cepat memberikan informasi jika situasi membahayakan, jangan sampai masyarakat menerima informasi tidak benar atau menyesatkan yang dapat menimbulkan kepanikan," terangnya.
Bagi Jack, seluruh warga tetap waspada dan berhati-hati serta siap dievakuasi kapan saja, jika wilayahnya dinilai dapat terkena dampak langsung letusan. "Kami selalu kooperatif mendengar arahan dari pemerintah, jika diminta harus dievakuasi, pasti segera dilakukan agar tak ada korban nantinya," tukasnya.
Tiga wilayah di Kecamatan Tomohon Utara yakni Kelurahan Kinilow, Kinilow I dan Kakaskasen I memang menjadi daerah yang dinilai rawan terkena dampak, sehingga waktu lalu dievakuasi oleh pemerintah. (war)