Ekonomi

Manado Alami Deflasi sebesar 0,22 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mengumumkan, Kota Manado pada bulan September 2011


Laporan Wartawan Tribun Manado Deffriatno Neke

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mengumumkan, Kota Manado pada bulan September 2011 mengalami deflasi sebesar 0,22 persen. Deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks kelompok bahan makanan sebesar 0,90 persen.

"Penurunan juga terjadi pada kelompok transpor komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,74 persen," kata Kepala BPS Sulut, Dantes Simbolon, saat konferensi pers di Kantornya, Senin (3/10).

Dantes menambahkan, kelompok yang mengalami kenaikan yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,11 persen.  Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,09 persen, kelompok sandang sebesar 1,20 persen, kelompok kesehatan 0,25 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen.

"Komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabe rawit, tomat sayur, angkutan udara, bawang merah, beras, bawang putih, mujair, sepatu, kangkung dan gula pasir," ujarnya.

Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan September 2011 yaitu emas perhiasa, deho, kacang panjang, kentang, daging ayam ras, cabe merah, apel, martabak, anggur, dan jeruk nipis. Laju inflasi tahun kalender atau September 2011 terhadap Desember 2010 mengalami deflasi sebesar 0,19 persen.

"Secara year on year, Manado mengalami inflasi sebesar 1,25 persen. Kalau perbandingan antar pulau Sulawesi, deflasi tertinggi terjadi di kota Palu yakni 2,33 persen. Manado mengalami deflasi terendah. Sedangkan terjadi inflasi di kota Palopo yakni 0,12 persen," ucap Dantes.

Editor: Andrew_Pattymahu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved