Renungan Minggu

Pdt Ferry J Rondonuwu STh : Jangan Buta dan Picik

Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan

Gembala GSPdI 'Filadelfia' Kawangkoan-Kalawat Minut


"Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan."
(II Petrus 1:9)

Mengamati eksistensi hidup orang-orang Kristen pada masa sekarang ini, ternyata masih ada yang mengalami kebutaan dan kepicikan rohani. Artinya, tidak dapat melihat secara mata iman segala kasih karunia yang sudah dianugerahkan Yesus Kristus bagi manusia sehingga mengalami kepicikan dalam pengertian tentang maksud dan tujuan dari keselamatan itu sendiri.

PENYEBAB KEBUTAAN dan KEPICIKAN;
Pertama: Tidak Percaya, "yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah" (II Korintus 4:4). Inilah yang membuat pikiran dibutakan, sehingga tidak melihat cahaya injil kemuliaan Kristus.

Kedua: Jauh dari persekutuan, "Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran." (Efesus 4:17-19). Jauh dari persekutan dengan Allah, yaitu lebih mencenderungkan hati kepada hawa nafsu dunia

Ketiga: Tidak Hidup dalam kasih, "Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tandaNya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaanNya, dan murid-muridNya percaya kepadaNya." (I Yohanes 2:11)

BAGAIMANA MENJADI ORANG KRISTEN yang TIDAK BUTA dan TIDAK PICIK?
Pertama: Berusaha, "Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahterah melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. Karena kuasa ilahiNya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasaNya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepadamu iman kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan." (II Petrus 1:5), dengan sungguh-sungguh untuk hidup di dalam Iman, bertindaklah di dalam Kebajikan dan milikilah pengetahuan yang benar tentang Allah

Kedua: Penguasaan Diri, "dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan," (II Petrus 1:6), ada penguasaan diri didalam ketekunan yang membuat kita hidup dalam kesalehan

Ketiga: Kasih, "dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang." (II Petrus 1:7), agar kasih kepada Kristus dan kasih kepada sesama dapat terwujud dan menjadi nyata dalam kehidupan kita.

HASIL KEBERADAAN HIDUP ORANG KRISTEN yang TIDAK BUTA dan TIDAK PICIK SECARA ROHANI.
II Petrus 1:8, kita menjadi giat dan berhasil dalam pengenalan akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Artinya adalah:
Pertama: "tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari padaNyalah seluruh tubuh, --- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota --- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih." (Efesus 4:15-16), Berhasil dengan teguh berpegang pada kebenaran dalam Kasih, bertumbuh dalam segala hal, kearah Dia Kristus yang adalah Kepala serta membangundiri dalam Kasih.

Kedua: "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." (I Korintus 15:58), Berdiri teguh tidak goyah giat dalam pekerjaan Tuhan.

Ketiga: "sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah." (Filipi 1:10-11), Hidup dalam kesucian penuh buah kebenaran dan hidup memuliakan serta memuji Allah. (*/obi)

Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved