News Analisis

Mahyudin Damis : Penanganan Miras Jangan Setengah Hati

Padahal penanganan miras tak bisa setengah hati, sebab ibarat penyakit konsumsi miras di masyarakat sudah mencapai tahap yang kronis.

Mahyudin Damis : Penanganan Miras Jangan Setengah Hati
DOK
Mahyudin Damis
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Adanya korban tewas akibat perkelahian setelah pesta miras di sebuah acara perkawinan di Buha Kecamatan Mapanget menunjukan program Pemerintah Kota (Pemko) Manado dan unsur muspida lainnya dalam memerangi miras di masyarakat belum maksimal alias belum maksimal.

Padahal penanganan miras tak bisa setengah hati, sebab ibarat penyakit konsumsi miras di masyarakat sudah mencapai tahap yang kronis.

Selama produksinya tak terkendali, kasus kriminal akibat konsumsi miras tetap berlanjut. Pada saat Wakil Wali Kota Harley Mangindaan turun langsung ke produsen miras terlihat tidak proporsional sebagamana pada saat  melakukan operasi gabungan yang melibatkan banyak elemen.
Sebab pabrik miras merupakan sumber masalah kriminal selama ini.

Jangan timbulkan kesan bahwa meskipun ada satu produsen yang ditutup sementara, yaitu Segaran Sari,n justru melindungi produsen pabrik lainnya, yang jauh lebih besar.

Oleh karena itu seharusnya Pemko Manado memindahkan pabrik miras dari  pusat kota, kemudian di tempat  orang pajak. Supaya jelas berapa banyak sebetulnya yang diproduksi. Demikian pula halnya untuk  minuman import dari luar negeri.

Sedangkan bagi warga yang melakukan acara seperti pesta kawin, sebaiknya harus melakukan pemberitahuan kepada polsek terdekat, sehingga mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). Dengan demikian disetiap acara ada penjagaan dari polisi. Dengan begitu, aparat keamanan tidak terkesan "pemadam kebakaran". Hal tersebut merupakan tindakan preventif yang baik untuk diterapkan.

Tapi, aparat keamanan juga tidak menjadikan STTP beban bagi warga. Oleh karena pengurusannya harus dipermudah, sehingga warga tidak segan mengurusnya.

Penulis: Herviansyah
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved