Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

CPNS

CPNS 2010 Boltim Nantikan Hasil PTUN

Kisruh CPNS Boltim 2010 masih menanti solusi yang tak lain adalah hasil keputusan persidangan di

Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado Quin Simatauw

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Kisruh CPNS Boltim 2010 masih menanti solusi yang tak lain adalah hasil keputusan persidangan di PTUN.

Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden RI yang memberikan kejelasan bahwa semua proses perekrutan CPNS yang bermasalah di tanah air haruslah menanti hasil PTUN terlebih dahulu.

Informasi ini disampaikan oleh ‎​Yulianus Tandi selaku kepala BKN regional XI di Manado.

"Tidak benar jika BKN Regional XI melakukan penahanan NIP CPNS Boltim 2010, karena ini sesuai petunjuk BKN Pusat berdasarkan instruksi Presiden untuk semua perekrutan CPNS bermasalah di Indonesia," ujar Yulianus kepada Tribun Manado (25/9) via telepon.

Kedepannya, hasil keputusan PTUN akan memberikan kejelasan bagi semua pihak yang masih terkatung-katung nasibnya karena perekrutan CPNS 2010.

Sebelumnya asisten satu Pemkab Boltim mengaku memiliki harapan besar agar NIP CPNS Boltim 2010 segera diterbitkan mengingat para CPNS yang mengikuti tes ulang, itulah yang dinyatakan lulus oleh Bupati Sehan Landjar sedangkan 34 orang yang melakukan penuntutan, sejatinya tak lulus dalam pengumuman.

"NIP CPNS Boltim 2010 harus menanti hasil sidang PTUN ini sangat aneh karena sejatinya hasil yang lulus sudah diumumkan bupati terlebih 34 orang yang menuntut tak ada di pengumuman," jelas Amin Musa selaku asisten satu Pemkab Boltim.

MR Alung selaku Kepala BKD Boltim memberikan pernyataan senada terkait masih tertahannya NIP CPNS Boltim 2010 di BKN Provinsi.

"Kami sudah bolak-balik ke BKN Provinsi tapi mereka tetap menolak walaupun kami sudah mengantongi rekomendasi dari Menpan-RB," ujar Alung.

Dua orang CPNS Boltim 2010 Rini Mokodompis dan Rusman Lamaluta yang masih belum memiliki kejelasan nasib berharap perhatian gubernur.


"Kami bagian dari 324 CPNS 2010 berharap perhatian Gubernur agar segera memiliki kejelasan," harap keduanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved