Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ekbis

IHSG Anjlok Drastis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sore ini mengalami penurunan yang paling besar dalam sepanjang tahun 2011

Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Deffriatno Neke

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sore ini mengalami penurunan yang paling besar dalam sepanjang tahun 2011. Indeks turun besar sebesar 8,88 persen atau 328.35 poin di posisi 3.369,143.

"Penurunan ini karena belum pulihanya kepercayaan investor asing karena krisis utang di eropa dan amerika," kata Head Dealer PT Dhanawibawa Arthacemerlang Sekuritas Cabang Manado, Yansen Sumual, pada Tribun Manado, Kamis (22/9).

Kemudian terjadi ketidakyakinan dari para investor terhadap Bank Sentral Amerika yang berencana membeli surat utang jangka panjang senilai USD 400 milyar yang diperkirakan memiliki dampak sedikit pada perekonomian yang lagi stagnan. Lalu kekhawatiran pelaku pasar dengan pergerakan dollar terhadap rupiah yang sempat melemah hingga disekitaran Rp 9.200.

" Namun kembali menguat setelah Bank Indonesia melakukan intervensi dengan melepas sekitar USD 200 juta sehingga  posisi rupiah kembali menguat di Rp 8.780," ujarnya.

Yansen menambahkan, saham yang paling besar frekwensinya  di bank BRI turun 13,1 persen di 5300 , dan bank Mandiri 14,5 persen di Rp 5300. Dalam penutupan hari ini terdapat 285 saham yang turun, 18 saham yang stagnan dan hanya 7 saham yang naik.

Saham-saham yang turun merupakan saham-saham yang besar seperti ASII turun Rp 6050 di Rp 58.000, ITMG turun Rp 5250 di Rp 38.750, GGRM turun Rp 2800 di Rp 50.300, UNTR, turun Rp 2100 di Rp 20.050 san INTP turun Rp 2000 di Rp 11.200. Sedangkan saham yang naik merupakan saham yang tidak  likuid seperti CNTX naik Rp 100 di Rp 6800, INPP naik Rp 60 di Rp 250, EMTK naik 50 di Rp 2250.

"Buat investor lebih baik wait and see sambil menunggu panic shelling reda. Secara teknikal besok support pertama di posisi 3,300, support kedua di 3.150. Namun support yang paling kuat di posisi 3000," ucap Yansen.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved