Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemilihan Hukum Tua

Kursi Hukum Tua di Gangga II dan Kinaboutan Tak Ada Peminat

Terhitung di desa Gangga II sudah dibuka tiga kali, namun tak satu pun pasangan calon hukum tua yang mendaftar

Tayang:
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,AIRMADIDI -  Saat pendaftaran calon hukum tua di desa dibuka, biasanya langsung diserbu oleh banyak pasangan calon, namun berbeda di dua desa kecamatan Likupang Barat, yaitu desa Gangga II dan Kinaboutan.

Terhitung di desa Gangga II sudah dibuka tiga kali, namun tak satu pun pasangan calon hukum tua yang mendaftar, tak beda jauh dengan Kinaboutan yang sudah membuka pendaftaran selama dua kali, namun juga tak kunjung ada pendaftarnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Camat Likupang Barat Fentje Warouw, Senin (19/9), itu yang membuatnya pusing. " Dua desa itu yang sudah beberapa kali buka pendaftaran namun belum ada yang mendaftar, mungkin kendalanya karena uang pendaftaran yang tinggi," ucapnya.

Menurut rencana, rabu (21/9) panitia dan DPD dari kedua desa tersebut akan menghadap kepada asisten I Marthino Dengah untuk membicarakan masalah tersebut. " Rencana kamis ini akan dibuka lagi, setelah neghadap Asisten I," ujar Camat Liktim Fentje.

Senada dengan itu, ketua panitia pemilihan Hukum Tua Gangga II, Bahrudin Bakari, mengatakan kursi hukum tua memang kurang peminat. "Pemilihan gangga II tiga kali buka, memang untuk pendaftaran setiap calon pungut biaya Rp 1 juta," ujarnya.

Namun menurutnya bukan itu yang menyebabkan tidak ada pendaftar, melainkan biaya satu putaran. " Baru-baru untuk satu putaran Rp 21 juta, rencananya pada pembukaan pendaftaran berikut biaya satu putaran  akan diturunkan menjadi Rp 13 juta, nanti kalau ada putaran ke dua akan dikoordinasikan dengan calon," ujar dia.

Ia menambahkan, dipasangnya, biaya demikian, karena jarak dengan kecamatan sangat jauh, bahkan harus melewati laut.

" Faktor lain tidak adanya calon pendaftar karena sedikit sumber daya manusia, juga banyak yang hanya fokus sebagai nelayan," tuturnya.

Semoga pada pembukaan berikut, sudah ada pendaftar sehingga pemerintahan di kedua desa tersebut dapat berjalan baik, dan alokasi dana desa bisa diterima.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved