Youngster
Miras Tak Selesaikan Masalah
Perkembangan pesat di dunia merambah hingga ke Kota Manado dan Sulawesi Utara
KONSUMSI minuman keras alias miras di kalangan anak muda Sulawesi Utara (Sulut) memang sudah membudaya. Menjadi budaya buruk karena sebagian besar kasus kriminal pembunuhan, pemukulan, penganiayaan, percabulan dan peristiwa kecelakaan di picu miras.
Sebut saja beberapa kali kasus pembunuhan di Manado. Hampir bersamaan dalam sepekan, semuanya dilatarbelakangi pelaku yang sudah meneguk miras.
Terkait hal ini, para finalis Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) Sulut tahun 2011 punya penilaian tersendiri. Menurut Ceria Mamonto Runner up PPI Sulut 2011 anak muda zaman sekarang sepertinya sulit terlepas dari yang namanya alkohol. "Secara pribadi saya inginnya melihat semua generasi muda memilih melakukan kegiatan positif secara bersama-sama bukannya mabuk-mabukkan bersama-sama," ujar gadis asal Kotamobagu ini.
Tanpa miras, katanya, para anak muda di Manado bisa mengembangkan atau mengkreasikan bakat mereka dibandingkan setiap hari kerjaannya duduk dan konsumsi miras.
"Aku pernah tanya teman; Kenapa harus minum alkohol? Jawaban mereka semua sama yaitu karena ada masalah," cerita Ceria.
Menurut Ceria, miras identik dengan mabuk-mabukan yang seringkali menambah kerus satu persoalan dan bukan menyelesaikannya. "Miras itu tidak menyelesaikan masalah, malah cenderung menambah masalah," katanya.
Ditegaskannya bahwa kepercayaan tentang miras yang dianggap sebagian orang, dapat mengatasi masalah itu membuktikan besar karena hanya selesai beberapa waktu saja lalu masalah kembali lagi.
Terkait ajang ini juga, Sry Veronica Kaloh punya pendapat sendiri. Peraih juara fotogenik di ajang PPI 2011, menuturkan, jikalau miras lebih banyak dampak negatifnya. Walaupun disisi lain menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan pendapatan para petani lokal penghasil cap tikus sebagai minuman tradisional di daerah ini.
"Minuman keras sangat berbahaya! Coba bayangkan minuman keras masuk ke dalam tubuh manusia yang organ-organnya sangat sensitife dan kena dengan jenis minuman yang beralkohol sangat tinggi," ucapnya.
Selain itu, katanya, dampak dari miras juga bisa menimbulkan hal-hal yg tidak diinginkan oleh masyarakat pada umumnya. "Saya tidak akan simpati dengan orang yang gemar miras apalagi sudah jadi pemabuk," ujarnya.(yudith rondonuwu)