Breaking News:

Bencana

Desa Rumbia Terancam Hilang

Warga Desa Rumbia, Kecamatan Langowan Selatan dicekam rasa takut kehilangan tanah dan rumah karena proses abrasi.

Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Lucky F Kawengian


TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO
- Warga Desa Rumbia, Kecamatan Langowan Selatan dicekam rasa takut kehilangan tanah dan rumah karena proses abrasi.

Bena Liey (52), warga Rumbia mengatakan, kekhawatiran warga sangat beralasan, karena sejak tidak sampai 10 tahun terakhir, sekitar 15 meter daratan telah hilang karena abrasi. Menurutnya, kejadian ini tergolong cepat, karena baru terjadi tahun-tahun terakhir ini.

Dirinya menjelaskan, sejak kejadian abrasi yang terus terjadi di desa tersebut, sebanyak 14 rumah telah hancur tersapu gelombang air. Sedikit demi sedikit, air semakin mendekat kearah pemukiman dan mulai mengikis fondasi rumah sampai bangunan tersebut benar-benar hancur terkena gelombang air.

"Saya masih ingat beberapa tahun lalu pantai masih berada jauh dari pemukiman. Namun saat ini jarak pinggiran pantai dengan perumahan warga hanya berkisar 10 meter. Entah berapa lama lagi air akan menghancurkan rumah-rumah kami," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, kejadian abrasi pantai semakin parah pada beberapa bulan terakhir. Menurutnya, hanya dalam jangka waktu tiga bulan, sekitar dua meter daratan telah tersapu gelombang air. Menurutnya, jika tidak segera diperhatikan, abrasi ini akan menyapu seluruh areal perkampungan tidak sampai 10 tahun mendatang.

Terpisah, Apolos Hamel (68) mengatakan, mereka sangat membutuhkan perhatian pemerintah dalam menangani kejadian abrasi yang semakin parah terjadi di desanya. Dirinya mengatakan tidak mau kehilangan tanah dan rumah kedua kalinya.

"Tahun 2008 lalu rumah semi permanen saya hancur karena abrasi. Sekarang saya telah mendirikan rumah yang baru pada lokasi sekitar 15 meter dari rumah lama. Namun kalau melihat kondisi seperti ini, mungkin tidak sampai dua tahun mendatang rumah yang saya tempati saat ini akan hancur karena terkena gelombang," ujarnya.

Dirinya mengatakan, warga Desa Rumbia sempat senang karena ada beberapa orang yang mengaku dari pihak konsultan pekerjaan datang melakukan pengukuran lahan untuk pembangunan tanggul pemecah ombak. Namun rencana pekerjaan tersebut tidak pernah terealisasi.

"Dua tahun lalu ada orang yang melakukan pengukuran lahan untuk pembangunan tanggul pemecah ombak. Tapi sampai saat ini tidak ada pekerjaan. Material bangunan yang sempat diturunkan saat itu sekarang tidak ada lagi karena telah tersapu gelombang air," ujarnya. (luc)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved