Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Flu Burung

Tim Survellens Musnahkan Lima Unggas di Kotamobagu Utara

Lima unggas peliharaan milik seorang warga Upai, Kotamobagu Utara, terpaksa dibakar, Selasa (6/9/2011)

Penulis: | Editor:
Tim Survellens Musnahkan Lima Unggas di Kotamobagu Utara - pemusnahan_unggas.jpg
TRIBUNMANADO/EDI SUKASAH
Tim Survellens Musnahkan Lima Unggas di Kotamobagu Utara
Tim Survellens Musnahkan Lima Unggas di Kotamobagu Utara - pemusnahan_unggas_yang_disangka_terinfeksi_H5N1_di_Upai_Kotamobagu_Utara.jpg
TRIBUNMANADO/EDI SUKASAH
Laporan Wartawan Tribun Manado, Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Lima unggas peliharaan milik seorang warga Upai, Kotamobagu Utara, terpaksa dibakar, Selasa (6/9/2011) sekitar pukul 16.15 wita. Pemusnahan lima unggas tersebut untuk mencegah meluasnya penyebarab virus H5N1 atau flu burung.

Ketua Tim Survellens Flu Burung Bolmong Raya drh Muhammad Insani memimpin pemusnahan unggas tersebut. Lima unggas yang terdiri dari tiga bebek dan dua ayam disembelih kemudian dimasukan ke dalam lubang lalu dibakar.

Sementara itu pemilik unggas tampak memperhatikan pemusnahan unggas tersebut. "Dua ayam tiba-tiba mati kemarin. Kemudian saya laporkan hal tersebut," kata dia sementara matanya tampak menerawang.

Usai pemusnahan, Insani mengatakan kasus flu burung ini bisa tiba-tiba muncul. Interval waktu munculnya belum bisa diprediksi. Namun umumnya penyakit lainya, virus flu burung ersebut muncul di saat musim penghujan.

Dia juga menambahkan, saat ini laporan yang masuk baru dari Kotamobagu. "Hal tersebut belum dapat disimpulkan di daerah lain tidak ada. Selama ini Kotamobagu yang kooperatif melaporkan kasus yang terjadi," kata Insani.

Kabid Peternakan dan Perikanan DP4KP Kotamobagu Nurachim P Mokoagow menambahkan suatu daerah dikatakan terbebas dari flu burung bila selama tiga bulan tidak ada kasus lagi yang muncul. Artinya, Kotamobagu dikatakan bebas flu burung jika sampai tanggal 6 Desember tidak ada kasus lagi.

Dia mengimbau kepada pemilik unggas untuk selalu memberikan vaksin dan menyemprotkan disinfektan untuk mencegah munculnya virus H5N1. "Vaksin memang mahal, tapi kami menyiapakan 100 ribu dosis vaksin gratis yang disebar di empat kecamatan," kata Nurachim.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved