Bencana

Warga Atep Terpaksa Gunakan Air Hujan

Ratusan keluarga di Desa Atep, terpaksa menggunakan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk memasak.

Laporan Wartawan Tribun Manado Lucky F Kawengian

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Ratusan keluarga di Desa Atep, Kecamatan Langowan Selatan terpaksa menggunakan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk memasak.

Kondisi ini adalah dampak kejadian longsor yang terjadi di daerah tersebut, Sabtu (3/9/2011) silam. Kejadian longsor yang terjadi saat itu menghancurkan pipa yang mengalirkan air bersih ke pemukiman tersebut.

Hukumtua Desa Atep, Ronny Malinkonor saat diwawancarai Tribun Manado, Senin (5/9/2011) menjelaskan, longsoran tanah merusak pipa air dari bak penampungan dari sumber air Pateten yang berjarak sekitar dua kilometer dari perkampungan. Menurutnya, sejak puluhan tahun silam, warga desa hanya mengandalkan air dari sumber air tersebut.

"Sejak kejadian longsor akhir pekan lalu, warga di desa kami sangat kesulitan mendapatkan air. Tidak ada sumber air lain yang bisa kami gunakan," ujarnya.

Dirinya menambahkan, pemerintah desa akan segera memperbaiki pipa air tersebut, namun tetap membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk pengadaan pipa air baru. Dirinya juga berharap pemerintah bisa menyediakan mobil tangki air bersih untuk mendistribusikan air kepada warga.

Terpisah, Sherly Sumendap, warga Desa Atep mengatakan, dirinya dan warga lain terpaksa menggunakan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, pasca kerusakan pipa air yang menuju desanya, dia tidak bisa mengambil air bersih. Kontur geografis desa yang berbukit-bukit membuat warga tidak mungkin menggali sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

"Kami terpaksa menggunakan air hujan yang ditampung dalam drum untuk kebutuhan sehari-hari. Air hujan juga kami gunakan untuk memasak. Tidak ada jalan lain, karena hanya air hujan yang tersedia," ujarnya.

Ibu rumah tangga ini mengatakan, jika pipa air bersih tidak segera diperbaiki, maka mereka akan benar-benar kehabisan air. Persediaan air hujan juga semakin berkurang karena hujan tidak turun lagi.

Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved